Berawal Tabungan Rp2.000, Kalijawi Sulap Kampung Bantaran Sungai Jogja
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
Kondisi banjir di Jalan Ring Road Selatan pascahujan lebat pada Senin (1/5/2023) sore./Harian Jogja-Hadid Husaini
Harianjogja.com, JOGJA—Wilayah Ring Road Selatan sempat mengalami banjir beberapa hari lalu. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY menyebut sampah di saluran drainase jadi biangnya. Bahkan di saluran tersebut, sempat ditemukan sampah mebel.
Kepala Dinas PUP ESDM DIY, Anna Rina Herbranti menyampaikan pihaknya bersama Pemkab Bantul dan Satker PJN sempat meninjau lokasi terjadinya banjir beberapa hari lalu. Dari tinjauan tersebut, ditemukan banyak sampah mebel yang ada di saluran drainase.
“Kemarin sempat viral, ada informasi Ring Road Selatan tergenang, salah satu penyebabnya karena banyak sampah di saluran drainase jalan. Yang dicek temen-temen ada seperti kursi mebel masuk di situ,” katanya, Senin (8/5/2023).
Menurutnya, banyaknya sampah yang ditemukan di sekitar Ring Road Selatan membuat kinerja drainase tidak efektif. Selain itu, menurut Anna banjir yang terjadi di DIY belakangan juga disebabkan oleh banyaknya saluran drainase di sekitar pemukiman warga yang ditutup sepihak, tanpa mengajukan izin terlebih dahulu.
“Kami mengimbau masyarakat kalau membuang sampah jangan di saluran drainase jalan. Apabila ingin menutup saluran drainase, misal dibeton, ya jangan ditutup dulu, harus izin dulu,” ucapnya.
BACA JUGA: Ring Road Kebanjiran saat Hujan Deras, Sultan: Masalahnya Ada pada Gorong-Gorong
Amir Syarifudin, Sekretaris Komisi C DPRD DIY juga mengimbau agar masyarakat yang akan melakukan penutupan drainase untuk keperluan pembangunan pemukiman mengajukan izin terlebih dahulu, sehingga penutupan saluran tersebut sesuai prosedur. Dengan begitu, menurut Amir resiko terjadi banjir akan berkurang.
Selain itu, menurut Amir, Ring Road Selatan merupakan jalan nasional, sehingga kewenangan pengelolaan jalan tersebut berada pada Satker PJN. Karena itu, dia berharap agar Satker PJN dapat melakukan pengawasan terhadap adanya indikasi masyarakat yang membuang sampah di saluran drainase. Dia juga berharap agar PJN melakukan pemeliharaan rutin terharap saluran drainase tersebut lebih sering, sehingga dapat meminimalisir banyaknya sampah di saluran tersebut.
“Keinginan kami, Pusat harus memperhatikan berkaitan dengan perawatan, membangun boleh lah, tetapi perawatan saya kira lebih penting. Tidak hanya di daerah Sewon yang tersumbat kemarin, sampai Condongcatur juga begitu [drainase tersumbat],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.