Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Lubang di jendela yang terkena peluru di Puskesmas Depok 1, Kecamatan Depok, Sleman, Jumat (12/5/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan penembakan di Puskesmas Depok 1 di Sleman yang mengakibatkan sejumlah jendela depan berlubang, Jumat (12/5/2023). Walau sudah menemukan peluru yang melubangi jendela, polisi belum menyimpulkan serangan ini dari tembakan.
“Hal ini karena hasil olah TKP hanya menemukan gotri. Secara logika belum tentu diletuskan dari senjata api, bisa juga dari ketapel,” ujar Kapolresta Sleman, AKBP Yuswanto Ardi.
Meski demikian ia mengakui perusakan di Puskesmas Depok I. Olah tempat kejadian perkara menemukan sembilan butir gotri yang diduga menjadi benda yang membuat empat jendela depan puskesmas berlubang.
Dari peristiwa tersebut polisi tidak menemukan adanya korban luka maupun korban jiwa. Di samping itu, pelayanan Puskesmas Depok 1 masih berjalan seperti biasa. “Saat ini Polresta Sleman masih melakukan identifikasi dan penyelidikan terhadap pelaku,” katanya.
Ia juga mengungkapkan saat ini sudah ada titik terang mengenai pelaku penyerangan dan berharap dapat segera terungkap. “Sudah mulai ada titik terang, mohon doanya semoga dalam waktu dekat segera terungkap,” ujarnya.
Tembakan-tembakan ini diduga dilepaskan pada Kamis (11/5/2023) malam dan akibatnya baru diketahui pada Jumat (12/5/2023). Polisi masih menyelidikinya.
Dari pantauan Harian Jogja, terdapat lima lubang bekas peluru yang tersebar di empat kaca jendela depan puskesmas. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara aktivitas puskesmas berjalan seperti biasa.
Petugas satpam Puskesmas Depok 1, Bambang, memperkirakan penembakan terjadi pada Kamis (11/5/2023) malam ketika puskesmas kosong. “Jam tepatnya kurang tahu,” katanya.
BACA JUGA: Ledakan di Sebuah Apartemen, Puluhan Orang Terluka
Rekaman CCTV puskesmas memperlihatkan sekitar pukul 22.00 WIB ada motor berhenti di depan puskesmas. Namun pengendara motor tidak terlihat, hanya sorotan lampu motor yang tertangkap kamera. “Enggak kelihatan orangnya,” ungkapnya.
Puskesmas Depok 1 di Kecamatan Depok, Sleman, hanya melayani rawat jalan dan tidak buka 24 jam, sehingga saat tembakan dilepaskan, puskesmas kosong. “Tidak ada korban,” ucap Bambang.
Dari hasil olah TKP, pelaku melepaskan tujuh tembakan dengan peluru gotri dan hanya lima yang mengenai jendela. “Temuan peluru gotri, softgun, ada tujuh,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kemenperin Tolak Tembakau Disetarakan Narkotika di RUU Kesehatan
Pelayanan puskesmas tetap berjalan seperti biasa. Pada Jumat (12/5/2023) pagi, pasien yang datang cukup ramai. Puskesmas Depok 1 juga masih tetap buka pada Sabtu (13/5/2023) pukul 08.00-11.00 WIB.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Sleman, Kompol Deni Irwansyah, mengatakan masih menyelidiki penembakan ini. “Kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Nanti kami follow up informasinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor