Kopi Merapi Naik Kelas, Enam Kelompok Tani Dapat Motor Kopi Keliling
Enam kelompok tani kopi di Pakem dan Cangkringan menerima fasilitas Darling Kopi Merapi untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan nilai tambah produk.
Ilustrasi pembangunan jamban warga./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dari total 136.342 keluarga di Kulonprogo, hanya 2,86% yang bisa mengakses fasilitas sanitasi dengan standar aman.
Sub Koordinator Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kulonprogo, Slamet Riyanto mengatakan mengacu pada data Dinas Kesehatan Kulonprogo per 2022, hanya ada 3.899 keluarga (2,86%) di Kulonprogo yang memiliki akses fasilitasi sanitasi yang aman.
Menurut dia jumlah tersebut sangat sedikit jika dibandingkan dengan total KK yang ada di Bumi Binangun yang mencapai 136.342 keluarga.
“Menurut data kecamatan dan puskesmas yang kami miliki untuk jumlah kepala keluarga dengan akses terhadap sanitasi yang aman atau jamban sehat itu ada 2,86 persen dari total KK 136.342 KK atau sekitar 3.899 KK,” kata Slamet, Jumat (19/5/2023).
BACA JUGA: Duh, Ratusan Keluarga di Gunungkidul Belum Miliki Fasilitas Jamban Sehat
Contohnya, kata dia, di wilayah jangkauan Puskesmas Temon I, dengan sasaran 4.196 keluarga, pengguna akses sanitasi aman hanya 29 keluarga; lalu sanitasi layak sendiri ada 2.545 keluarga; kemudian layak bersama ada 1.588 keluarga; dan pengguna sanitasi belum layak ada 34.
Sementara puskesmas di wilayah Perbukitan Menoreh yaitu Samigaluh I memiliki sasaran 4.648 keluarga. Dari total itu, sama sekali tak ada keluarga yang menggunakan sanitasi aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kelompok tani kopi di Pakem dan Cangkringan menerima fasilitas Darling Kopi Merapi untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan nilai tambah produk.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
ATR/BPN menyiapkan PTSL dan sertifikasi lintas sektoral untuk mendukung target 3 juta rumah MBR pada 2026-2027.
Islamic Relief Indonesia melanjutkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/202
Banjir bandang menerjang perbatasan Nepal-Tibet, menewaskan 157 orang dan membuat lebih dari 400 orang hilang, termasuk ratusan wisatawan asing.
Polresta Tangerang mengerahkan 200 personel gabungan untuk patroli dan penyekatan massa yang hendak menuju Jakarta untuk aksi di Gedung DPR RI.