Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi pembangunan jamban warga./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 647 Kepala Keluarga (KK) di Gunungkidul belum memiliki fasilitas jamban sehat. Pemkab berkomitmen memberikan sanitasi lingkungan yang baik untuk warganya.
BACA JUGA: Ratusan Warga Gedangsari Dapat Bantuan Jamban Sehat
Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Ajie Saksono mengatakan, salah satu indikator dalam penetuan kesejahteraan keluarga menyangkut masalah sanitasi lingkungan. Menurutnya, hingga sekarang masih ada keluarga yang belum memiliki fasilitas jamban sehat.
Seperti data yang dikutip dalam Peraturan Bupati No.102/2022 tentang Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah 2022-2026, sebanyak 120.672 KK sudah memiliki fasilitas jamban sehat. Adapun sebanyak 3.764 KK menggunakan jamban sehat model sederhana dan 5.945 KK menggunakan jamban umum atau secara bersama-sama.
“Untuk yang belum terakses fasilitas jamban sehat seperti WC cemplung ada 647 keluarga,” kata Ajie, Selasa (31/1/2023).
Dia menjelaskan, berdasarkan rencana penanggulangan kemiskinan daerah, warga yang belum memiliki jamban sehat atau pengunaan masih secara bersama-sama menjadi prioritas mendapatkan bantuan.
“Untuk sebarannya ada di 18 kapanewon di Gunungkidul,” katanya.
Adapun penentrasi program, Ajie mengaku Bappeda hanya sebatas koordinator. Sedangkan pelaksanaan dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah terkait, salah satunya Dinas Kesehatan Gunungkidul.
“Tentunya kami juga melakukan inventarisasi usulan dari OPD, untuk kemudian diwujudkan dalam program kerja yang harus dijalankan,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diyah Prasetyorini mengatakan, sudah tidak ada lagi warga yang buang air besar secara sembarangan. Meski demikian, ia tidak menampik masih ada warga yang belum memiliki fasilitas jamban sehat.
“Yang punya jamban sehat, terkadang juga masih ada yang digunakan bersama dengan keluarga lain,” katanya.
Menurut Diyah, upaya memberikan fasilitas sanitasi lingkungan yang baik ke masyarakat terus dilakukan. Salah satu program dijalankan dengan memberikan bantuan pemabngunan fasilitas jamban sehat kepada keluarga yang kurang mampu.
“Sudah berjalan dan program bantuan masih akan terus dilanjutkan,” katanya.
Ia menambahkan, untuk tahun ini ada sekitar 150 bantuan pembangunan jamban sehat di masyarakat. “Diharapkan dengan bantuan tersebut bisa meningkatkan sanitasi lingkungan di masyarakat yang lebih bersih dan sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Kelok 23 Kretek–Girijati mulai uji coba 14 September 2026. Simak jam operasional dan jenis kendaraan yang boleh melintas.
PKB DIY mulai menyiapkan mesin organisasi menuju Pemilu 2029 dengan memperkuat struktur, infrastruktur pemenangan, dan branding partai.
103 orang dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 140 orang masih dalam pencarian SAR.
Jelang World Rabies Day, Mirjawal mengingatkan pentingnya mencuci luka dan segera ke fasilitas kesehatan setelah gigitan atau cakaran hewan.
Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin hilang kontak di Laut Jawa. Kapal sempat melaporkan cuaca buruk dan kondisi miring.