3 Ruas Jalan di Gunungkidul Segera Diperbaiki, Anggaran Rp5 Miliar
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Ilustrasi caleg - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bawaslu Gunungkidul masih menemukan ratusan data calon pemilih di Pemilu 2024 yang belum valid. Hal ini dikarenakan alamat yang tertera berrtempat tinggal di RT0/RW0.
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto mengatakan, masalah calon pemilih yan yang tak valid tidak hanya terjadi di Gunungkidul. Pasalnya, di daerah lain juga ditemukan permasalahan yang sama.
Permasalahan muncul dikarenakan didalam data pemilih beralamatkan RT0/RW0. “Jelas tidak ada. Kami sudah telusuri dan ada sekitar 300an yang bermasalah terkait dengan alamat tempat tinggal calon pemilih,” kata Tri, Selasa (23/5/2023).
BACA JUGA: Bawaslu Kulonprogo Temukan 274 Data Pemilih Ganda
Menurut dia, temuan ini sudah disampaikan ke KPU RI pada saat pelaksanaan pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) beberapa waktu lalu. Diharapkan permasalahan tersebut bisa diselesaikan sehingga tidak menimbulkan masalah dalam penyelenggaraan pemilu.
“Sudah kami telusuri. Fakta di lapangan memang ada warga di dokumen kependudukan [KTP-el] menuliskan RT/RW dengan angka nol. Tapi ada juga yang tidak mengisinya [hanya menulis tanda strip] sehingga dalam data pemilih muncul RT0/RW0,” katanya.
Berdasarkan temuan di lapangan ini, Tri menyimpulkan bahwa permasalahan muncul hanya karena teknis dalam pengisian adminitrasi kependudukan tentang alamat tempat tinggal. Ia menekan yang paling penting adalah tetap menjamin para warga ini dapat menggunakan hak pilihnya.
“Yang paling penting hak pilih warga tetap bisa terlindungi. Untuk domisili bisa diperbaiki sesuai dengan ketentuan dalam administrasi kependudukan,” katanya.
BACA JUGA: Bawaslu Sleman Belum Temukan Pelanggaran dalam Pendaftaran Bacaleg
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani saat dikonfirmasi membenarkan ada masalah data pemilih yang belum valid dikarenakan alamat tempat tinggal. Di awal pendataan ada sekitar 900 pemilih, namun setelah dilakukan coklit tinggal menyisakan sekitar 100 pemilih yang bermasalah dengan alamat.
“Di data pemilihan tertera RT0/RW0. Sudah kami telusuri dan ternyata sesuai dengan data dari Kemendagri,” katanya.
Hani memastikan upaya perbaikan terus dilakukan agar data yang diperoleh benar-benar valid. Menurut dia, masih ada waktu perbaikan karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) belum ditetapkan.
“Akan terus diperbaiki. Untuk sekitar 100 orang yang masih bermasalah dengan alamat, penelusuran awal sudah tidak tinggal di area dusun yang tercantum di data. Nanti, kalau ternyata sudah pindah atau meninggal, maka akan kami coret,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Tas berisi iPad dan iPhone milik mahasiswi dicuri di Sewon, Bantul. Polisi menangkap pelaku dan mengamankan seluruh barang korban.
MK mengabulkan sebagian gugatan UU APBN 2026 dan menegaskan anggaran MBG tidak boleh menjadi bagian anggaran pendidikan pada APBN berikutnya.
BPBD Bantul memperkuat edukasi pencegahan karhutla dan mengajak warga segera melaporkan titik api selama musim kemarau 2026.
Kejagung memeriksa Tan Kian dan Ferry 'Boboho' sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan TPPU yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Presiden Prabowo meminta KAI mengutamakan pelayanan publik dan tetap melayani kota-kota kecil di tengah modernisasi transportasi kereta api.