Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 18 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Kabupaten Kulonprogo selama pekan ketiga bulan Mei 2023.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan bahwa delapan belas kejadian tersebut terjadi di sembilan kapanewon.
“Di Galur itu ada satu, lalu Lendah dan Sentolo masing-masing ada dua, di Wates ada lima, Pengasih ada satu, Panjatan, Nanggulan, Kalibawang, dan Samigaluh masing-masing ada satu,” kata Noviartuti ditemui di kantornya pada Selasa (23/5/2023).
Dari delapan belas tersebut, sebanyak satu orang meninggal dunia dan enam belas orang luka ringan. Kerugian material mencapai Rp9 juta. Noviartuti menambahkan bahwa dari angka laka lantas tersebut, 11% di antaranya terjadi pada pukul 18.00-24.00 dan pukul 00.00-06.00, lalu 39% terjadi pada pukul 06.00-12.00 dan 12.00-18.00.
Baca juga: Profil Lengkap Puteri Indonesia 2023 Farhana Riswari, Punya Gelar Dokter
Angka tersebut menurun sebanyak dua kejadian dibandingkan dengan pekan kedua bulan yang sama yang mencapai 20 kejadian. Rinciannya adalah Galur satu kejadian, Lendah ada tiga, Sentolo dan Wates masing-masing enam, Pengasih dan Kalibawang masing-masing ada satu, dan Nanggulan ada dua. Wates masih menempati posisi teratas sebagai wilayah yang sering terjadi laka lantas.
Mengacu pada jumlah tersebut, sebanyak satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan lima belas orang luka ringan. Total kerugian material mencapai Rp6 juta.
Sebanyak 5% dari angka laka lantas pekan kedua di Kulonprogo terjadi pada pukul 00.00-06.00, lalu 20% terjadi pada 06.00-12.00, kemudian 25% terjadi pada 18.00-24.00, dan sebanyak 50% terjadi pada 12.00-18.00. Dari data selama dua pekan tersebut dapat dilihat bahwa kejadian laka lantas sering terjadi pada pukul 12.00-18.00.
Lebih jauh, Polres Kulonprogo juga telah memetaskan ruas jalan yang rawan kecelakaan yaitu di Jalan Nasional III atau Temon-Sentolo. Lalu, ruas jalan yang rawan dilanggar ada di Jalan Pahlawan atau Nagung-Karangnongko.
“Rawan macet ada di Simpang Lima Nongko hingga Jalan Pasar Wates sampai Tetek Barat, Jalan Nasional III [Giripeni, Sukoreno, dan Kalibondol],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar