SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan hewan kurban. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY akan melibatkan 200 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM). Keterlibatan mereka dibutuhkan untuk mengecek kesehatan daging hewan kurban pada saat Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.
"Nanti akan ada 200 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM. Mereka dipilih yang sudah memenuhi syarat mengetahui penyakit hewan. Bukan mahasiswa baru," kata Kepala Bidang Peternakan DPKP DIY Erna Rusmiyati, Selasa (30/5/2023).
Menurut Erna, meski dipilih yang telah memenuhi syarat untuk memastikan kesehatan, ratusan mahasiswa terpilih bakal mendapat pembekalan dari DPKP DIY pada Juni 2023.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Perawatan SSA Bantul Dinyatakan P21, Tersangka Segera Disidang
Setelah mendapatkan pembekalan, lanjut dia, para mahasiswa akan bertugas memastikan daging hewan kurban aman, sehat, utuh, dan higienis (ASUH) serta layak dikonsumsi sebelum dibagikan ke masyarakat.
Sebanyak 200 mahasiswa UGM, menurut Erna, akan didukung tim dari Dinas Peternakan di kabupaten/kota yang akan membantu melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban. "Mereka akan mengecek sebelum dan sesudah penyembelihan," kata dia.
Erna mengatakan saat ini ada dua penyakit hewan kurban yang perlu diwaspadai yakni penyakit mulut dan kuku (PMK) serta wabah baru, yakni penyakit kulit atau virus Lumpy Skin Desease (LSD) yang menyerang sapi dan kerbau.
"PMK masih ada, cuma sudah ada yang kemarin sembuh tapi belum dilaporkan. Sudah ada vaksinasi sehingga diharapkan sudah kebal," ujar dia.
BACA JUGA: Diduga Terima Suap, Oknum Juru Sita di Pengadilan Ditangkap
Sementara itu untuk penanganan sapi yang terjangkit LSD, menurut dia, DIY telah mendapat sebanyak 8.000 vaksin dan telah didistribusikan ke tiap kabupaten. "Yang paling banyak mendapat vaksin LSD di Kabupaten Sleman karena di sana banyak sapi perah," ujar dia.
Selain menerjunkan tim kesehatan hewan, ia meminta para peternak sapi atau domba untuk menjaga kebersihan kandang agar tidak mudah datang bakteri maupun virus yang bisa menyerang hewan kurban.
Masyarakat, lanjut Erna, juga diimbau cermat dalam memilih hewan kurban baik sapi maupun domba dengan memastikab tidak cacat fisik serta sehat.
"Yang jelas tidak cacat, kemudian hidung, mulut, dan mata bersih tidak ada cairan, dan kuku tidak luka. Selain itu, dipastikan tidak ada benjolan yang mengindikasikan LSD," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.