Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Ilustrasi bus terguling/istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan asal Malang, Jawa Timur diduga karena jalan di lokasi kejadian terlalu sempit. Warga Kalurahan Kanigoro Saptosari berharap, Pemkab Gunungkidul segera menyelesaikan pembangunan jalan baru yang sudah berhenti sejak 2020 lalu.
Salah seorang warga di Kalurahan Kanigoro, Triyono mengatakan, jalur ke kawasan Pantai Ngobaran dan Ngrenehan semakin ramai. Adapun kondisi jalan kurang repsresentatif karena terlalu sempit sehingga tidak bisa untuk berpapasan antar kendaraan besar. Di sisi lain, jalur yang ada juga melewati permukiman padat penduduk. “Jalannya naik turun dan banyak tikungan,” katanya, Kamis (1/6/2023).
Menurut Triyono kecelakaan yang terjadi juga tidak lepas dari kondisi jalan yang terlalu sempit. Hal ini terlihat setelah bus terguling yang memenuhi badan jalan sehingga kendaraan lain tidak bisa melintas. “Sempat terjadi kemacetan, tapi sudah ada upaya evaluasi bus agar jalan kembali lancar,” katanya.
BACA JUGA: Begini Kronologi Bus Terguling dengan Korban Meninggal 1 Warga Bantul
Ia mengakui sudah ada upaya pembangunan jalan baru mulai dari Kalurahan Kepek menuju Pantai Ngobaran dan Ngrenehan. Meski demikian, prosesnya berhenti sejak 2020 lalu hingga sekarang belum dilanjutkan. “Harapannya bisa dilanjutkan lagi karena tinggal beberapa kilometer. Untuk tanahnya juga sudah dibebaskan,” katanya.
Triyono percaya jalan baru yang dibangun tidak saja mengurangi risiko kecelakaan. Namun, lanjut dia, juga sebagai upaya pengembangan sektor pariwisata yang lebih massif lagi. “Kalau jalannya bagus dan lebar, maka wisatawan yang datang akan lebih banyak lagi,” katanya.
BACA JUGA: Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Bus Terguling di Tegal Bertambah Jadi 2 Orang
Diberitakan sebelumnya, satu unit bus pariwisata berukuran sedang dengan nomor polisi N 7899 UF terguling di jalur menuju Pantai Ngobaran, tepatnya di Dusun Mendak, Kanigoro, Saptosari, Kamis (1/6/2023) sekitar pukul 09.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa, namun tiga penumpang dilaporkan mengalami luka ringan.
Kapolsek Saptosari, AKP Kusnan Priyono mengatakan, bus pariwisata membawa rombongan sebanyak 34 orang asal Malang, Jawa Timur dengan tujuan ke Pantai Ngobaran dan Nguyahan. Belum sampai di lokasi tujuan, bus terguling saat akan menanjak di jalur wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.
Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer Gerungan dijadwalkan membacakan pleidoi kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 di PN Jakpus.
BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi hujan pada Senin 25 Mei 2026, mulai hujan ringan hingga petir.
Harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini Senin 25 Mei 2026 terpantau stabil.
Kelurahan Pakuncen menggelar pelatihan sablon kaos untuk meningkatkan keterampilan dan mendorong ekonomi kreatif warga.