Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Tari Memetri dan Upacara Wiwitan membuka Festival Van Der Wijck di Buk Renteng, Tangisan, Banyurejo, Tempel, Jumat (2/6/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Festival Van Der Wijck kembali digelar di Buk Renteng (saluran irigasi Van Der Wijck), Dusun Tangisan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Jumat dan Sabtu (2-3/6/2022). Festival yang berlangsung kedua kalinya ini menjadi satu dari 110 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Diawali dengan parade kirab budaya, Tari Memetri dan upacara Wiwitan, Festival Van Der Wijck tahun ini mengangkat tema Rice for All. Masyarakat sekitar antusias meramaikan acara yang berlangsung persawahan dan kanal Van Der Wijk yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 2008.
Staf Ahli Menparekraf, Fajar Utomo menjelaskan dalam Karisma Event Nusantara, Kemenparekraf menyeleksi 3.000 event dari seluruh Indonesia. Tema dan konsep yang unik dan menarik dari Festival Van Der Wijck membuatnya lolos 110 Karisma Event Nusantara yang sepenuhnya didanai Kemenparekraf.
“Tema ini menjadi sangat penting dan menarik karena ada tiga persoalan yang dihadapi dunia. Pertama, soal food [pangan], di mana dunia menghadapi ancaman ketahanan pangan. Kedua soal energi, kita di tengah lingkungan dengan sumber energi luar biasa, ada air, sinar Matahari yang melimpah dan sumber daya manusia. Ketiga, water atau air bersih,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Korupsi BTS 4G, Nasdem Siap Upayakan Pra Peradilan Jhonny G Plate
Ketiga persoalan tersebut dijawab dengan baik oleh Festival Van Der Wicjk. Kanal Van Der Wijck dibangun pada 1909 hingga 1932, di bawah pemerintahan Sri Sultan HB VII. Kanal ini berfungsi untuk mengairi lahan tebu di wilayah Kapanewon Minggir dan Moyudan. Saat itu terdapat 17 pabrik gula di Jogja. Hingga saat ini kanal Van Der Wijck masih berfungsi mengairi persawahan khususnya untuk wilayah Sleman bagian barat. “Betapa bersih saluran air di sini, tolong dijaga jangan dikotori dengan kebiasaan buruk membuang sampah, terutama sampah plastik,” kata dia.
Selain menjadi sumber pengairan sawah, di sekitar kanal Van Der wijck juga tersaji pemandangan yang indah. Hal ini bisa dikembangkan menjadi potensi wisata.
Kemenparekraf, menurut Fajar, mendorong pembangunan pariwisata berkelanjutan. Ada empat poin dalam pariwisata berkelanjutan, yakni tata kelola destinasi berkelanjutan, sustainability atau kebermanfaatan bagi masyarakat lokal, keberlanjutan dari sisi sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid menuturkan tema rice for All merupakan penghargaan bagi petani terutama di kawasan barat Sleman yang menjadi salah satu lumbung padi di DIY. Festival Van Der Wijck dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni budaya. “Semoga potensi pariwisata, budaya, UMKM dapat lebih terpromosikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.