Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketersediaan sapi, kambing dan domba di sleman belum mencukupi kebutuhan hewan kurban 2023. Di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), Sleman harus mendatangkan pasokan hewan dari daerah lain.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, menjelaskan kebutuhan hewan kurban di Sleman pada 2023 yakni sapi 9.150 ekor, kambing 2.500 ekor dan domba 9.700 ekor.
“Sedangkan ketersediaan sapi 3.690 ekor, kambing 2.118 ekor dan domba 5.845 ekor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (3/6/2023).
Dengan selisih tersebut, maka Sleman perlu menambah kekurangan masing-masing sapi 5.460 ekor, kambing 382 ekor dan domba 3.855 ekor. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Suparmono menyatakan pihaknya harus mendatangkan hewan-hewan tersebut dari luar Sleman.
Penambahan ternak sapi biasanya didatangkan dari Bali, Madura dan kabupaten di sekitar Sleman baik dari Jawa Tengah maupun wilayah Kabupaten lain di DIY. Sedangkan untuk kambing dan domba banyak dimasukkan dari Jawa Barat, Jawa Timur dan dari Kabupaten sekitar di wilayah DIY.
Untuk mengantisipasi risiko penyebaran wabah PMK dan LSD, dinas melakukan pengawasan dan edukasi baik di Pasar Hewan Ambarketawang maupun pasar hewan lainnya termasuk di pasar hewan tiban yang tersebar di kelompok-kelompok ternak.
BACA JUGA: Sleman Kekurangan Stok Hewan Kurban
“Kami juga akan menerbitkan surat rekomendasi pemasukan ternak bagi para pelaku usaha ternak yang akan mendatangkan ternak dari luar wilayah Sleman sesuai ketentuan yang berlaku, seperti ketersediaan tempat penampungan ternak yang memadai, Hewan harus sehat dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan [SKKH] dari daerah asal,” katanya.
Di samping itu sertifikat pengeluaran ternak dari Balai Karantina Pertanian setempat apabila ternak dari luar Jawa juga diperlukan bagi ternak yang masuk Sleman.
“Ternak juga telah dipasang Ear tag, Surat Keterangan ternak sudah divaksin PMK minimal dosis I,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada peternak yang hendak menjual hewannya untuk kurban agar dipastikan kesehatannya dengan memmiliki SKKH. Apabila ditemukan gejala klinis penyakit seperti PMK, LSD dan lainnya diharapkan segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan di puskeswan terdekat.
Kemudian untuk peternak yang menjual hewan di pasar tiban, diimbau untuk meminta izin terlebih dahulu kepada kalurahan setempat.
“Wajib meminta izin kepada kalurahan setempat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.