RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Salah satu peserta lomba angklung sedang tampil dalam Yogyakarta Kids Fair, Minggu (4/6/2023)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Komunitas Angklung Kids Yogyakarta (AKYK) menggelar lomba angklung untuk siswa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar (SD) di Taman Benteng Mataram (TBM), Dusun Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret. Selain melestarikan kesenian tradisional, kegiatan bertajuk Yogyakarta Kids Fair tersebut digelar sekaligus untuk mengenalkan situs Mataram Islam salah satunya Benteng Mataram.
Ketua Penyelenggara Yogyakarta Kids Fair, Adhitya Galih mengatakan Yogyakarta Kids Fair terselenggara di Taman Benteng Mataram, Kedaton, Pleret. Acara itu digelar selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu (3-4/6/2023). “Acara ini merupakan sebuah ajang lomba kesenian daerah bagi anak usia TK-SD di wilayah DIY. Tujuannya untuk melestarikan kesenian tradisional,” katanya, Minggu.
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini antara lain siswa TK dan SD wilayah DIY dengan kategori lomba angklung dan paduan suara. Kategori paduan suara diikuti oleh 10 peserta. Sedangkan untuk kategori angklung diikuti oleh 69 peserta, yang terdiri dari 44 peserta TK dan 25 peserta SD.
BACA JUGA: Pemerintah Tegaskan Larang Pengamen Angklung di Jalur Pedestrian Malioboro
Yogyakarta Kids Fair dipandu oleh Pursegi Panjang selaku pembawa acara. Selain itu, dihadirkan tiga dewan juri yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Radyan Sugandi, Syarifatun, Azis Rifkyanto. Ketiganya merupakan dewan juri yang telah ditunjuk untuk menilai penampilan peserta. “Peserta memperebutkan piala Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, piala Wakil Bupati Bantul dan Piala Panewu Pleret,” ujarnya.
Lebih lanjut Galih mengatakan selain melestarikan kesenian tradisional, lomba angklung di lokasi Taman Benteng Mataram (TBM) juga mengenalkan sala satu situs Mataram Islam. Taman Benteng Mataram merupakan bukti dari sisa-sisa kejayaan kerajaan Mataram Islam. Situs ini merupakan salah satu peninggalan sejarah kraton Pleret (Mataram Islam).
Situs Pleret terletak di Dusun Kedaton, Kaluraan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Situs Kedaton ini berupa bagian benteng keliling kraton (Cepuri) bagian selatan. Selain memperkenalkan Taman Benteng Mataram sebagai destinasi wisata kepada masyarakat luas, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada sektor ekonomi di wilayah tersebut.
Terlihat banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memadati kawasan Taman Benteng Mataram, namun tertata dengan rapi melalui gubuk-gubuk kecil. Kemudian di depannya tersedia meja dan kursi. Area sekitar juga cukup teduh karena dipenuhi pepohonan yang rimbun.
TBM sebenarnya baru beroperasi sejak Februari 2022 lalu. Taman tersebut diresmikan langsung oleh Lurah Pleret, Taufiq Kamal. Lurah mengatakan TBM menjadi salah satu ikon pariwisata di Kalurahan Pleret yang memiliki daya tarik tersendiri oleh wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.
Bukan cuma gaya menyetir, ini 8 faktor teknis seperti tekanan ban, oli, hingga modifikasi pelek yang bikin mobil boros BBM. Simak tips solusinya.
Orang tua diingatkan waspadai risiko game online seperti Minecraft, Roblox, dan Fortnite yang berpotensi jadi sarana kejahatan terhadap anak.