BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kementerian LHK, Abdul Muin (tengah) saat menanam pohon mangrove di kawasan Pantai Baros, Kamis (8/6/2023)
Harianjogja.com, BANTUL—Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia atau World Environment Day, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melakukan aksi bersih sampah dan penanaman mangrove di kawasan Pantai Baros, Kalurahan Tortohargo, Kapanewon Kretek, Kamis (8/6/2023).
Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kementerian LHK, Abdul Muin mengatakan penanaman mangrove diharapkan dapat meningkatkan fungsi ekosistem mangrove untuk menyerap polusi dan sampah yang terbawa aliran sungai sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke perairan selatan Jawa.
Sedangkan kegiatan bersih pantai atau Coastal Clean Up (CCU) dilakukan di sepanjang pantai Baros. Pengumpulan sampah dibatasi pada jenis anorganik khususnya plastik, logam, kaca serta sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Hal ini dikaitkan dengan kebijakan Pemda DIY dan Pemkab Bantul untuk mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPA Piyungan.
BACA JUGA: Terkait Bentrok PSHT di DIY, Wabup Sleman Minta Warga Patuhi Sabda Sultan HB X
“Sampah hasil CCU akan ditimbang dan disampaikan ke TPS3R [reduce, reuse, recycle] terdekat atau pengepul, sehingga bisa meningkatkan nilai ekonomi sampah tersebut,” katanya.
Selain itu, Muin mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dan menyelesaikan penanganan sampah sedekat mungkin dari sumbernya.
Pihaknya juga mengapresiasi pemuda pemudi setempat yang mengembangkan pantai Baros sebagai objek wisata yang memanfaatkan keindahan pepohonan mangrove dan muara sungai Opak. Selain itu juga ada edukasinya kepada masyarakat dengan budi daya bibit mangrove dan rehabilitasi Kawasan mangrove Baros.
Kemudian di lokasi tersebut juga ada mata pencaharian masyarakat setempat untuk pemijahan udang, kepiting, ikan dan sebagainya. Karena itu kebersihan pantai baros dan keberadaan mangrove di lokasi tersebut sangat penting. “Mangrove banyak fungsinya salah satunya mencegah erosi. Paling penting bisa jadi tempat hidup jenis akuatik yang bisa dimanfaatkan masyarakat setempat. Mangrove tertata jadi objek wisata,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan Pemkab Bantul sudah punya program penanganan sampah, yakni Bantul Bersih Sampah 2025 (Bantul Bersama). Salah satu faktor penting yang tengah digalakkan adalah pentingnya pemahaman pengolahan sampah mulai dari rumah tangga dan kalurahan supaya mengurangi sampah yang dibuang ke TPST Piyungan, terutama sampah plastik.
Menurutnya, sampah di Bantul bukan hanya dari Bantul tapi dari atas utara Bantul yang terbawa sungai. Maka, kesadaran dan pengolahan sampah masyarakat perlu terus diedukasi supaya tidak membuang sampah ke sungai karena bisa mengancam habitat mangrove. “Selain itu polusi sampah plastik ini mengancam ekosistem dan biota laut yang berada di dalamnya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
PSEL Bekasi resmi dibangun dengan investasi Rp3 triliun. Proyek ini ditargetkan mengolah 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan energi hijau.
Kabut asap karhutla mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Jarak pandang sempat turun hingga 200 meter
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (26/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggelar panen raya komoditas padi, penyerahan bantuan alat pertanian,
PLTS Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun dengan investasi Rp1,6 triliun dan ditargetkan beroperasi akhir 2027.