Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi racin/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Teka-teki perempuan yang dalam kondisi meregang nyawa di sebuah mobil Ford Fiesta di Padukuhan Patog Wetan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo pada Senin (15/5/2023) lalu akhirnya terungkap.
Perempuan berinisial SPH tersebut diduga bunuh diri menyusul ditemukannya riwayat pembelian racun sianida di aplikasi belanja online miliknya.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan bahwa kejadian berawal ketika warga Kabupaten Sleman tersebut datang ke rumah rekannya yang berinisial ABP. Setelah itu, ABP membicarakan masalah pribadi dengan korban.
“Selesai berkomunikasi, SPH keluar menuju mobil yang terparkir di halaman belakang. ABP lalu mengantarkan sampai mobil,” kata Noviartuti, Kamis (8/6/2023).
Selang dua menit, ABP kembali lagi ke mobil korban dan mendapati SPH sudah dalam keadaan kejang dengan posisi badan miring ke kiri. Tidak hanya itu, dari dalam mulut korban keluar busa. ABP yang panik kemudian segera menuju dapur dan membuat susu creamer putih dan meminumkan susu tersebut ke korban.
BACA JUGA: Diduga Stres, PNS di Bantul Tewas Gantung Diri
ABP juga meminta air kepada rekannya, Y dan diberikan selang yang terhubung dengan kran air lalu memasukkannya ke mulut korban. Setelahnya, SPH dibawa ke Rumah Sakit Santo Yusup Boro, Kalibawang oleh dengan mobil pikap.
Dari hasil pemeriksaan awal, kata Noviartuti, korban meninggal dunia akibat racun. "Guna kepetingan penyidikan, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk diautopsi," kata dia.
Dari kejadian tersebut, Satreskrim Polres Kulonprogo menemukan beberapa fakta seperti ditemukannya riwayat pembelian racun yang diduga sianida di aplikasi belanja online pada 24 Agustus 2022.
Selain itu juga ditemukan percakapan Whatsapp tertanggal 31 Agustus 2022 antara korban dengan ABP. Percakapan tersebut memuat adanya ancaman bunuh diri oleh SPH yang mengirim foto plastik berisikan serbuk yang diduga racun yang dibeli dari aplikasi belanja online.
Polres Kulonprogo melalui penyidik Satreskrim juga melakukan prarekonstruksi tertutup guna mencari persesuaian antara keterangan saksi dengan barang bukti yang ditemukan di tempat ditemukannya korban. Prarekonstruksi tersebut juga digunakan untuk menambahkan petunjuk ada tidaknya tindak pidana atas kematian korban.
Selain mobil korban dan pikap yang dipakai untuk mengantar korban ke RS, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti lain. Di antaranya adalah dua unit ponsel masing-masing merek Samsung dan Vivo; sebuah kantung plastik bening berisi butiran putih kecokelatan yang mengandung sulfat dan sianida.
"Kemudian, ditemukan juga satu unit botol kosong 330 mililiter yang sisa cairan di dalamnya mengandung sulfat dan sianida," kata Noviartuti.
“Berdasarakan fakta-fakta yang didapatkan berupa hasil pemeriksaan autopsi, hasil pemeriksaan melalui laboratorium forensik, barang bukti yang diamankan di TKP serta persesuaian keterangan saksi-saksi; dan hasil pra rekonstruksi juga gelar perkara, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri."
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.