Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satu jemaah calon haji asal Gunungkidul terancam gagal berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan Ibadah Haji 2023. Hal ini terjadi karena yang bersangkutan belum divaksin Covid-19.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Gunungkidul, Taufik Ahmad Sholeh mengatakan, calon jemaah haji Gunungkidul yang berangkat di tahun ini sebanyak 413 orang. Sebanyak 406 orang sudah berangkat ke Tanah Suci masuk dalam kloter 47, 49, 54 dan 54 SOC. Adapun enam jemaah lainnya baru akan berangkat bersamaan dengan tambahan kuota 8.000 jemaah haji dan diberangkatkan di kloter terakhir.
“Dari empat kloter yang sudah berangkat, harusnya ada 407 jemaah haji. Namun ada satu orang yang belum bisa memenuhi syarat kesehatan untuk ibadah [Istiha’ah kesehatan], makanya belum bisa berangkat,” kata Taufik saat dihubungi wartawan, Senin (12/6/2023).
Dia menjelaskan, satu jemaah ini sebenarnya sudah ikut berangkat ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Hanya saja, lanjut Taufik, saat pemeriksaan kelengkapan syarat kesehatan untuk ibadah diketahui belum mendapatkan vaksin corona.
“Vaksinasi Corona masih menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi, tapi yang bersangkutan belum vaksin sehingga dipulangkan untuk bisa memenuhinya,” ungkapnya.
Taufik mengakui, pada saat persiapan, jemaah tersebut sudah diperingatkan agar memenuhi syarat vaksinasi corona. Hanya saja, imbauan tersebut tidak dihiraukan karena belum juga divaksin.
“Jemaah yang bersangkutan bisa diberangkatkan ikut pemberangaktan terakhir, kalau bisa menunjukan bukti vaksin 1 dan 2. Jika, tidak maka belum bisa berangkat di tahun ini,” katanya.
BACA JUGA: Kawasan Alun-Alun Utara Bakal Jadi Area Olahraga Lagi, Ada Event Lari Sebulan Sekali
Taufik menambahkan, masih ada waktu untuk melengkapi persyaratan karena pemberangkatan terakhir dilakukan pada 21 Juni 2023. “Untuk proses vaksin yang tahu petugas kesehatan, tapi kalau bisa menunjukan bukti vaksinnya, maka siap diproses guna ikut pemberangkatan di kloter terakhir,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta memberikan selamat kepada calon jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci. Menurut dia, keberangakatan ini merupakan suatu kehormatan dapat menunaikan Rukun Islam kelima.
“Mudah-mudahan selama di Tanah Suci dapat menunaikan ibadah dengan baik,” katanya.
Sunaryanta juga berpesan kepada jemaah haji untuk terus menjaga kondisi kesehatan sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan lancar. “Semoga diberikan kemudahan dan menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.