Dinkes Jogja Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus pada 2026
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
Ilustrasi seseorang flu/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Kesehatan (Dinkes DIY) mengimbau agar masyarakat DIY mewaspadai diare dan influenza yang kerap terjadi selama musim pancaroba.
“Secara umum memang kemudian di musim pancaroba, diare, flu, kemudian demam berdarah biasanya ada peningkatan,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes DIY Setyarini Hestu Lestari, Senin (12/6/2023).
Dia pun mengimbau agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya dengan potensi terjadinya penyakit tersebut. Dia mengimbau masyarakat tetap menerapkan gaya hidup bersih, seperti mencuci tangan sebelum makan. Selain itu masyarakat juga imbau untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan berserat tinggi, dan istirahat yang cukup.
Setyarini pun menyampaikan Dinkes DIY melalui puskesmas di setiap kota/kabupaten telah memberikan edukasi terkait dengan penyakit yang marak terjadi setiap musim.
"Kami mempunyai sumber daya manusia [SDM] yang ada di puskesmas yang selalu ketika ada peningkatan kasus melakukan penyuluhan,” katanya.
Sehingga dengan edukasi tersebut, Setyarini berharap pemahaman masyarakat tentang penyakit yang kerap muncul saat musim pancaroba dapat meningkat, sehingga antisipasi terjadinya penyakit tersebut dapat dilakukan setiap individu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.