SAR Perluas Pencarian Kakek Hilang di Hutan Pathuk Sleman
SAR Gabungan memperluas pencarian Gito Sehono Giman, 68, yang hilang di Hutan Pathuk Sleman. Pencarian hari keempat fokus ke jalur kepulangan.
Menkop UKM RI, Teten Masduki ditemui pada Jumat (23/6/2023) di Pakem./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Menkop UKM RI, Teten Masduki mendorong para pelaku usaha mikro dengan produksi yang sama untuk merger atau beragregasi menjadi usaha yang lebih besar.
Proses merger ini, lanjut Teten, bisa melalui skema koperasi yang dinilai dapat meningkatkan kualitas produksi dan tidak terperangkap pada level mikro.
Menurut Teten, saat ini banyak UMKM yang skala usahanya kecil, produksinya kecil, tetapi memiliki merek sendiri-sendiri. Padahal sambungnya untuk membangun sebuah brand image membutuhkan biaya yang mahal.
BACA JUGA: Luar Biasa! Jumlah Pelaku UMKM di Sleman Kini Tembus 100.000 Lebih
"Selain juga kalau terlalu banyak brand dengan skala produksi yang kecil, itu malah tidak efisien, persaingannya juga di antara pelaku UMKM," ungkapnya pada Jumat (23/6/2023) di Pakem.
Berangkat dari latar belakang itu, Teten memiliki gagasan bagaimana usaha-usaha mikro yang memiliki produksi sejenis dapat diagregasikan lewat sistem koperasi. "Saya punya ide besar, usaha-usaha mikro punya produksi sejenis itu dikonsolidasikan, diagregasi lewat koperasi. Kemudian punya brand sendiri," tuturnya.
"Koperasi itu lah yang nanti memiliki pabrik. Pabrik yang dikelola oleh koperasi," lanjutnya.
Lebih jauh Teten berpandangan melalui cara ini, upaya pemerintah untuk memajukan skala usaha para pelaku UMKM atau untuk naik kelas bisa tercapai. "Kalau sendiri-sendiri enggak bisa," ujarnya.
Agregasi antara usaha-usaha kecil menjadi lebih besar menurut Teten harus terus digalakan. Supaya, koperasi dan usaha kecil tidak mandek di sekup yang kecil.
BACA JUGA: Temu Usaha Forkom UMKM Digelar di Sleman, Ini yang Diminta dari Pelaku UMKM
"Ini harus kita terus wacanakan supaya parabola UMKM tidak terus menerus terperangkap dalam skala ekonomi mikro. Dia harus keluar dari perangkap skala usaha mikro. Dia harus mengagregasi diri sesama pelaku usaha mikro membangun lewat koperasi sehingga skala usahanya bisa membesar," ujarnya.
Muaranya, para pengusaha bisa meningkatkan kualitas produksinya, hingga menguasai aspek hulu hilir usahanya. "Sehingga efisiensi kolektifnya dapat, temasuk benefit kolektifnya juga dapat," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SAR Gabungan memperluas pencarian Gito Sehono Giman, 68, yang hilang di Hutan Pathuk Sleman. Pencarian hari keempat fokus ke jalur kepulangan.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.
Museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah. Kunjungan museum dan cagar budaya mencapai 4,32 juta pada
Kenali 8 jenis rangka motor sebelum membeli. Simak karakter setiap rangka dan tips merawatnya agar motor tetap stabil dan awet.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Pemda DIY menyalurkan 40 kilogram obat-obatan melalui Tim FK-KMK UGM untuk korban bencana di Kabupaten Ngada, NTT.