Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Perairan Tanjung Kesirat Gunungkidul
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Ilustrasi monyet ekor panjang./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Musim kemarau tidak hanya menyebabkan sejumlah wilayah di Gunungkidul mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Ternyata kemarau juga menjadi pemicu meluasnya potensi serangan monyet ekor panjang di area pertanian warga. Oleh sebab itu, para petani diminta mewaspadai serangan ini sehingga lahan yang dimiliki tidak rusak atau gagal panen.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih mengatakan, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, serangan monyet akan meningkat pada saat kemarau. Kawanan primata ini akan turun untuk mencari air dan pangan hingga mendekati area permukiman warga.
Area pertanian juga tidak luput dari serangan, oleh karenanya para petani diminta melakukan antisipasi. Berdasarkan ketentuan, lanjut dia, hewan ini tidak boleh dibunuh sehingg untuk mengahalaunya bisa dilakukan dengan beberapa cara.
Langkah pertama dengan jalan menunggui lahan serta mengusirnya pada saat terjadi gangguan. Untuk memaksimalkan pengamanan, petani juga memasang jaring di area ladang. “Potensi serangan memang harus dihalau agar lahan pertanian tidak rusak dan dijarah oleh kawanan monyet,” kata Sustiwiningsih, Minggu (25/6/2023).
BACA JUGA: Bupati Gunungkidul Melarang Perburuan Satwa Liar, Baik Dilindungi Maupun Tidak
Menurut dia, langkah kedua penanggulangan dengan menyediakan bak penampungan air di dekat lahan pertanian. Dia berpendapat, kedatangan kawanan monyet hanya mencari air, namun dikarenakan ketiadaan sumber, maka terjadi perusakan lahan. “Jadi bisa disediakan bak yang berisi air sebagai pengalih. Kalau tidak ada, maka akan merusak tanaman,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, serangan monyet masih menjadi ancaman di lahan pertanian. Menurutnya untuk pengendalian butuh kajian yang mendalam. “Kami berupaya membuat rumusan-rumusan dalam pengendalian,” katanya.
Hary mengakui serangan monyet ekor panjang butuh penanganan serius. Hal ini tak lepas adanya koordinasi dengan Pemerintah DIY dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan panewu untuk memantau kejadian-kejadian serangan monyet ekor panjang di wilyah masing-masing,” katanya.
Ditambahkan dia, serangan tidak hanya di wilayah pesisir tetapi juga di wilayah luar seperti, Kapanewon Ponjong dan Semin. “Hasil koordinasi dengan Paniradya ada anggaran dari dana keistimewaan untuk penanganan monyet ekor panjang agar tidak merusak lahan pertanian milik masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Elon Musk kembali menjadi triliuner setelah saham SpaceX dan Tesla menguat. Kekayaannya mencapai sekitar US$1,046 triliun.
Italia menang 3-1 atas Turki di Nations League. Mancini mengakui timnya kelelahan, tetapi kemenangan menjaga peluang lolos ke perempat final.
Sekitar 120 tenaga OP jaringan irigasi DIY masih berstatus honorer. Mereka didorong menjadi PPPK, setidaknya melalui skema paruh waktu
Celine Evangelista menyurvei villa Rp2 miliar di Madinah. Properti tiga lantai itu memiliki dua lift, rooftop, dan ruang keluarga luas.
Calvin Verdonk bermain di dua posisi saat Indonesia mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ini peran dan komentarnya.