Anggaran Terbatas, Pemkot Jogja Prioritaskan Perawatan Cagar Budaya
Pemkot Jogja merawat bangunan cagar budaya berdasarkan prioritas karena anggaran terbatas. Ada 239 bangunan yang telah ditetapkan.
Tugu Pal Putih bagian dari Sumbu Filosofi Jogja / dok-Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Sidang penetapan Sumbu Filosofi sebagai Warisan Budaya Dunia akan dilakukan di Riyadh, Arab Saudi, September 2023. Sebelum penetapan tersebut, tahap pengenalan Sumbu Filosofi kepada beberapa Duta Besar Anggota Komite World Heritage UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan sebelumnya tahap selanjutnya dalam pengajuan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia yakni sidang penetapan di Riyadh September nanti.
“UNESCO [Tim Penilai UNESCO] datang ke sini [Jogja] sudah tahun lalu. Pengesahannya nanti di dalam sidang pleno, ada 20 negara di Riyadh itu yang menentukan diterima atau tidak, kalau persyaratan sudah diselesaikan semua,” katanya saat ditemui Hotel Melia Purosani, Jumat (14/7/2023).
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Beny Suharsono menyampaikan sebagai bentuk diplomasi kebudayaan, sebelum pelaksanaan sidang penetapan Sumbu Filosofi sebagai Warisan Budaya Dunia, sejumlah duta besar dari negara yang menjadi anggota Komite World Heritage Unesco datang ke DIY untuk dikenalkan mengenai Sumbu Filosofi.
Menurut Beny pengenalan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya tak benda, berbeda dengan pengenalan budaya benda yang kasatmata.
“Kami memang mendesain supaya ini berjalan lancar, ketika nanti dilakukan penilaian di Riyadh pada 22-23 September informasi awal sudah disampaikan. Karena bentuknya kan filosofi, tidak kasat bendanya, sehingga harus ada informasi awal, kalau ada fasadnya kan mungkin mudah ini loh bentuknya. Ini kita mengenalkan bahwa Hayuning Bawono yang dikonsepkan dengan filosofi mewujud nyata dalam arsitektur yang ada,” katanya.
Menurut Beny dukungan awal tersebut menjadi tahap penting untuk pengajuan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia. Menurutnya, ketika Sumbu Filosofi tersebut nantinya ditetapkan sebagai warisan budaya dunia, maka akan berdampak sangat luas.
“Ketika warisan budaya dunia dampaknya sangat luas, tidak hanya pada masyarakat Jogja tetapi juga Indonesia. Sehingga value itu akan meningkat dengan sendirinya, kalau value itu meningkat daya tawar kita kan lebih tinggi, artinya kita mendapatkan dukungan sepenuhnya dari UNESCO bahwa di Jogja ada sebuah situs filosofi yang harus dilindungi keberadaannya,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Dian Laksmi Pratiwi menyampaikan kedatangan duta besar dari negara yang menjadi anggota Komite World Heritage Unesco untuk mengkaji dan mempertimbangkan rekomendasi suatu nominasi bisa ditetapkan sebagai world heritage atau tidak.
Dian menyampaikan sebelumnya kedatangan Tim Penilai Sumbu Filosofi dari UNESCO telah menyelesaikan proses penilaian tahun lalu.
“Hasil rekomendasinya kami dipastikan bisa mengikuti tahap akhir proses nominasi yaitu bersidang di agenda sidang penetapan UNESCO di Riyadh, Arab Saudi, besok September,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja merawat bangunan cagar budaya berdasarkan prioritas karena anggaran terbatas. Ada 239 bangunan yang telah ditetapkan.
Jadwal SIM Keliling Polresta Yogyakarta 11 September 2026 di Alkid, MPP, & Satpas, lengkap dengan rincian biaya perpanjangan dan SIM baru.
Jadwal SIM Keliling Polres Gunungkidul 11 September 2026 di Terminal Dhaksinarga & Satpas, lengkap dengan rincian biaya perpanjangan dan SIM baru.
Jadwal SIM Keliling Polres Bantul 11 September 2026 di Satpas Polres Bantul lengkap dengan rincian biaya pembuatan SIM baru dan perpanjangan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal KA Bandara YIA September 2026 rute Tugu Jogja–YIA PP lengkap dengan tarif tiket reguler, Xpress, dan panduan cara pembelian online