Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Proses penyuntikan anti biotik terhadap hewan ternak di Dusun Kropyak, Candirejo, Semanu. Foto diambil Kamis (13/7/2023) ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul mematikan upaya vaksinasi antraks akan menyasar hewan ternak di radius lima kilometer dari temuan kasus di Dusun Jati, Candirejo, Semanu. Total vaksin yang disediakan mencapai 11.107 dosis.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, upaya pencegahan penularan antraks terus dilakukan. Selain melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait dengan bahaya antraks maupun penanggulangannya, juga dilakukan upaya vaksinasi.
BACA JUGA: Soal Penetapan KLB Antraks Gunungkidul, Bupati dan DPRD Beda Pendapat
Vaksinasi akan menyasar hewan-hewan ternak di sekitar lokasi temuan kasus di Dusun Candi. Adapun sasaran vaksin dilaksanakan di radius tiga hingga lima kilometer dari kasus.
“Suntikan vaksin untuk memberikan kekebalan kepada hewan ternak,” kata Wibawanti, Minggu (16/7/2023).
Meski demikian, ia mengakui vaksinasi tak serta merta bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan pelaksanaan harus memastikan ternak dalam kondisi sehat. Oleh karenanya sebelum vaksinasi disuntikan, dilakukan penyuntikan anti biotic pada hewan ternak sasaran.
Total hingga sekarang ternak yang sudah disuntik anti biotik sebanyak 570 ekor sapi dan 1.136 ekor kambing. “Terus dilakukan secara simultan dan bertahap. Setelah anti biotik, sekitar dua minggu kemudian baru divaksin,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti. Menurut dia, untuk stok vaksin tidak ada masalah dikarenakan sudah mendapatkan bantuan sebanyak 11.107 dosis.
“Ini sesuai dengan yang kami harapkan dan jumlahnya mencukupi. Untuk pelaksanaan vaksin dilakukan selang dua minggu setelah penyuntikan anti biotic,” katanya.
Menurut dia, vaksinasi hanya sebagai salah satu cara untuk penanggulangan antraks. Retno mengungkapkan, pencegahan juga butuh partisipasi dari masyarakat. Salah satunya menghentikan kegiatan brandu pada saat ada hewan ternak mati secara mendadak.
“Ya kalau mati mendadak harus segera dikubur dan bukan disembelih untuk konsumsi. Sebab, kalau disembelih malah bisa menjadi media penularan penyakit. Jadi, lebih baik langsung dikubur,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat berkunjung ke Gunungkidul, Kamis (13/7/2023) berharap kasus antraks di Gunungkidul segera teratasi dan tidak semakin menyebar. Untuk pencegahan sudah memberikan bantuan vakasinasi baik untuk Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah DIY hingga BBVET Wates.
“Jumlahnya Gunungkidul sebanyak 11.017 dosis, Pemerintah DIY sebanyak 12.667 dosis dan BBVET Wates 37.133 dosis. Itu dipergunakan terlebih dahulu, kalau masih kurang, kami siap memberikan tambahan dosis untuk vaksinasi antraks,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.