Sembilan SD Negeri di Gunungkidul Tak Dapat Murid Baru pada SPMB 2026
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
Warga membuat lubang untuk mengubur sapi milik Tri Benu, warga Dusun Garotan, Desa Bendung, Semin, yang ditemukan mati pada Minggu (16/2/2020) pagi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan anggota dewan sepakat agar pemkab menerapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit antraks. Namun sebaliknya, bupati menilai penetapan KLB belum diperlukan.
“Antraks menjadi salah satu pembahasan di DPRD dan kami sepakat untuk merekomendasikan ke pemkab menetapkan status KLB antraks,” kata Endah kepada wartawan, Jumat (14/7/2023).
Menurut dia, status KLB tidak hanya untuk penanganan antraks, tapi juga menyasar penyakit ternak lainnya seperti LSD dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Endah berdalih status ini dibutuhkan agar penanganan bisa lebih optimal.
Hal itu disebabkan, penggunaan anggaran yang dimiliki jadi lebih leluasa karena bisa mengakses pagi Belanja Tak Terduga milik Pemkab Gunungkidul. Rekomendasi diperlukan mengingat bupati sebagai pemimpin daerah yang bisa membuat keputusan, termasuk persetujuan dalam penggunaan anggaran.
Baca juga: Terdampak Tol Jogja Bawen, Cagar Budaya Ndalem Mijosastran Belum Direlokasi
“Jadi harus gerak cepat karena Gunungkidul menjadi gudang ternak di DIY. Salah satunya dengan menetapkan KLB. Rencananya rekomendasi ini akan diserahkan 18 Juli 2023,” ungkapnya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, belum menetapkan status kejadian Luar Biasa (KLB) antraks. Ia berdalih status belum ditetapkan karena mempertimbangkan dampak dari kebijakan tersebut akan memukul kondisi ekonomi di masyarakat. “Jadi harus dipertimbangkan matang-matang sehingga belum menetapkan KLB,” katanya.
Di sisi lain, Sunaryanta juga mengklaim kasus atraks sudah sangat terkendali. Hal ini terlihat dari penanganan terhadap pasien maupun hewan ternak milik masyarakat yang sudah mulai mendapatkan suntikan pencegahan.
“Sudah terkendali dan kondisi di masyarakat juga seperti biasa sebelum ada kasus. Untuk pencegahan juga terus melakukan sosialisasi di masyarakat,” katanya.
Selain itu, Sunaryanta juga berencana melakukan perbaikan rumah pemotongan hewan untuk mengoptimalkan dalam penanggulangan antraks dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
ISI Jogja menggelar pameran seni bertema Post-Machine Algorithm yang membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia seni.
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.