Musim Hujan Mundur, BPBD Gunungkidul Siapkan 5.100 Tangki Air
Musim hujan di Gunungkidul diprediksi tiba awal Desember. BPBD memastikan anggaran droping air bersih mencukupi hingga akhir 2026.
Warga membuat lubang untuk mengubur sapi milik Tri Benu, warga Dusun Garotan, Desa Bendung, Semin, yang ditemukan mati pada Minggu (16/2/2020) pagi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan anggota dewan sepakat agar pemkab menerapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit antraks. Namun sebaliknya, bupati menilai penetapan KLB belum diperlukan.
“Antraks menjadi salah satu pembahasan di DPRD dan kami sepakat untuk merekomendasikan ke pemkab menetapkan status KLB antraks,” kata Endah kepada wartawan, Jumat (14/7/2023).
Menurut dia, status KLB tidak hanya untuk penanganan antraks, tapi juga menyasar penyakit ternak lainnya seperti LSD dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Endah berdalih status ini dibutuhkan agar penanganan bisa lebih optimal.
Hal itu disebabkan, penggunaan anggaran yang dimiliki jadi lebih leluasa karena bisa mengakses pagi Belanja Tak Terduga milik Pemkab Gunungkidul. Rekomendasi diperlukan mengingat bupati sebagai pemimpin daerah yang bisa membuat keputusan, termasuk persetujuan dalam penggunaan anggaran.
Baca juga: Terdampak Tol Jogja Bawen, Cagar Budaya Ndalem Mijosastran Belum Direlokasi
“Jadi harus gerak cepat karena Gunungkidul menjadi gudang ternak di DIY. Salah satunya dengan menetapkan KLB. Rencananya rekomendasi ini akan diserahkan 18 Juli 2023,” ungkapnya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, belum menetapkan status kejadian Luar Biasa (KLB) antraks. Ia berdalih status belum ditetapkan karena mempertimbangkan dampak dari kebijakan tersebut akan memukul kondisi ekonomi di masyarakat. “Jadi harus dipertimbangkan matang-matang sehingga belum menetapkan KLB,” katanya.
Di sisi lain, Sunaryanta juga mengklaim kasus atraks sudah sangat terkendali. Hal ini terlihat dari penanganan terhadap pasien maupun hewan ternak milik masyarakat yang sudah mulai mendapatkan suntikan pencegahan.
“Sudah terkendali dan kondisi di masyarakat juga seperti biasa sebelum ada kasus. Untuk pencegahan juga terus melakukan sosialisasi di masyarakat,” katanya.
Selain itu, Sunaryanta juga berencana melakukan perbaikan rumah pemotongan hewan untuk mengoptimalkan dalam penanggulangan antraks dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim hujan di Gunungkidul diprediksi tiba awal Desember. BPBD memastikan anggaran droping air bersih mencukupi hingga akhir 2026.
KPK memanggil VP Valbury Asia Futures dan pihak swasta sebagai saksi kasus dugaan gratifikasi Rp37,8 miliar yang menjerat eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menggelar rapat bersama menteri dan pejabat TNI-Polri membahas karhutla, stok BBM, energi, hingga agraria.
TNI AL memusnahkan 4.364 cartridge vape berisi narkotika senilai Rp34,9 miliar di Lampung. Barang bukti ditemukan di bus rute Medan-Tangerang.
UMKM binaan Astra mencatat potensi transaksi Rp104,9 miliar di Trade Expo Indonesia 2026, termasuk peluang ekspor ke Australia dan Jepang.
Survei BI mencatat SBT dunia usaha turun menjadi 11,46% pada kuartal III/2026. Simak sektor yang melambat dan prospek kuartal IV.