Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kasus pembunuhan - ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Maraknya kasus pembunuhan dan mutilasi di Sleman sangat meresahkan masyarakat. Sampai pertengahan tahun ini saja sudah terjadi dua kasus mutilasi. DPRD Sleman mendorong agar pengawasan pemilik kos atau kontrakan berkoordinasi dengan pemangku wilayah.
Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, mengatakan dari pengungkapan kasus mutilasi terakhir, pelakunya orang dari luar Jogja semua, satu dari Magelang satunya lagi dari DKI Jakarta. Sementara korbannya dari Pangkalpinang.
Mereka menggunakan tempat indekos atau kos, kontrakan atau penginapan untuk melakukan aksi mutilasi. “Artinya peran pemilik rumah kos itu juga harus mengomunikasikan dengan pemangku wilayah setempat, RT, RW, padukuhan, itu yang perlu kita data betul,” katanya, Selasa (18/7/2023).
Ia mengimbau pemilik indekos dan sebagainya agar selalu mendata siapa saja yang menempati dan menyampaikannya ke pemangku wilayah. Selain itu, fungsi Jaga Warga sebagai partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum juga perlu dikuatkan lagi.
Baca juga: Mahasiswa UMY Jadi Korban Mutilasi di Sleman, Kampus Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama
“Belum maksimal untuk Jaga Warga. Karena sekali lagi, ini Jaga Warga kan baru ini yang dibentuk melalui dana keistimewaan. Salah satunya juga itu. Pemerintah kelurahaan kan punya Jaga Warga, tapi kan belum semua. 86 desa kan belum terbentuk jaga warga,” katanya.
Adapun yang mempersulit penanganan kasus pembunuhan seperti mutilasi adalah minimnya CCTV terutama di wilayah pinggiran seperti Turi dan sekitarnya. Terkait hal ini pihaknya akan mengkaji untuk penambahan CCTV. “Ya akan kami kaji dulu untuk CCTV di daerah-daerah tertentu yang rawan,” ungkapnya.
Seperti diketahui, kasus mutilasi kembali menggemparkan warga Sleman setelah adanya penemuan beberapa potongan tubuh korban di sungai Bedog, Bangunkerto, Turi, beberapa waktu lalu. Dua orang ditetapkan tersangka dalam kejadian ini.
Sebelumnya, kasus mutilasi juga terjadi di sebuah penginapan di wilayah Pakem, pada Maret lalu. Pelaku memutilasi korban dan meninggalkannya begitu saja di toilet penginapan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.