WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kasus pembunuhan - ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Maraknya kasus pembunuhan dan mutilasi di Sleman sangat meresahkan masyarakat. Sampai pertengahan tahun ini saja sudah terjadi dua kasus mutilasi. DPRD Sleman mendorong agar pengawasan pemilik kos atau kontrakan berkoordinasi dengan pemangku wilayah.
Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, mengatakan dari pengungkapan kasus mutilasi terakhir, pelakunya orang dari luar Jogja semua, satu dari Magelang satunya lagi dari DKI Jakarta. Sementara korbannya dari Pangkalpinang.
Mereka menggunakan tempat indekos atau kos, kontrakan atau penginapan untuk melakukan aksi mutilasi. “Artinya peran pemilik rumah kos itu juga harus mengomunikasikan dengan pemangku wilayah setempat, RT, RW, padukuhan, itu yang perlu kita data betul,” katanya, Selasa (18/7/2023).
Ia mengimbau pemilik indekos dan sebagainya agar selalu mendata siapa saja yang menempati dan menyampaikannya ke pemangku wilayah. Selain itu, fungsi Jaga Warga sebagai partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum juga perlu dikuatkan lagi.
Baca juga: Mahasiswa UMY Jadi Korban Mutilasi di Sleman, Kampus Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama
“Belum maksimal untuk Jaga Warga. Karena sekali lagi, ini Jaga Warga kan baru ini yang dibentuk melalui dana keistimewaan. Salah satunya juga itu. Pemerintah kelurahaan kan punya Jaga Warga, tapi kan belum semua. 86 desa kan belum terbentuk jaga warga,” katanya.
Adapun yang mempersulit penanganan kasus pembunuhan seperti mutilasi adalah minimnya CCTV terutama di wilayah pinggiran seperti Turi dan sekitarnya. Terkait hal ini pihaknya akan mengkaji untuk penambahan CCTV. “Ya akan kami kaji dulu untuk CCTV di daerah-daerah tertentu yang rawan,” ungkapnya.
Seperti diketahui, kasus mutilasi kembali menggemparkan warga Sleman setelah adanya penemuan beberapa potongan tubuh korban di sungai Bedog, Bangunkerto, Turi, beberapa waktu lalu. Dua orang ditetapkan tersangka dalam kejadian ini.
Sebelumnya, kasus mutilasi juga terjadi di sebuah penginapan di wilayah Pakem, pada Maret lalu. Pelaku memutilasi korban dan meninggalkannya begitu saja di toilet penginapan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
Pemkab Sumenep tetapkan status siaga kekeringan selama 6 bulan. Sebanyak 76 desa di 19 kecamatan berpotensi krisis air bersih.
PT KAI Daop 6 Jogja mengevakuasi seorang bayi yang ditemukan di dalam toilet KA Sancaka 84B relasi Jogja–Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7/2026) pagi.
Prediksi Prancis vs Paraguay di 16 besar Piala Dunia 2026. Simak head to head, susunan pemain, dan prediksi skor.
BPBD Cilacap salurkan 117.000 liter air bersih ke 8 desa terdampak kekeringan. Ribuan warga kesulitan air selama kemarau.