Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petugas menghalau dua truk dari luar daerah yang akan membuang sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari. Hal itu sebagai imbas dari ditutupnya TPA Piyungan sejak 23 Juli lalu.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan, dalam beberapa hari ini mencegah dua kendaraan pengangkut sampah dari luar daerah yang akan membuang di TPAS Wukirsari.
Menurut dia, pencegahan pertama dilakukan pada Sabtu (22/7/2023) terdapat satu truk pengangkut sampah. Adapun pencegahan kedua terjadi pada Selasa (25/7/2023) terhadap pikap yang penuh muatan sampah.
BACA JUGA: TPA Piyungan Ditutup, Pemulung Kebingungan, Sebagian Pulang Kampung
Ia menduga upaya pembuangan ini dilakukan dikarenkan kebijakan penutupan TPA Piyungan di Kabupaten Bantul selama 1,5 bulan.
UPT mengacu pada aturan Pelarangan pembuangan ini mengacu pada Perda No.14/2020 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga yang ditetapkan Pemkab Gunungkidul.
“Modusnya dengan mengaku akan membuang rongsokan dari area Patuk, tapi setelah dicek ternyata isinya sampah basah rumah tangga,” kata Heri, Rabu (26/7/2023).
Kecurigaan adanya upaya pembuangan sampah dari luar daerah menguat karena pengangkut ada yang memakai atribut kaos dari luar Gunungkidul. Selain itu, saat diperiksa juga tidak bisa menunjukan izin pembuangan sampah yang dikeluarkan oleh DLH Gunungkidul.
“Jadi kedua mobil pengangkut sampah ini kami tolak untuk membuang sampah di TPAS Wukirsari,” katanya.
Heri mengungkapkan penolakan pembuangan sampah dari luar daerah dilakukan karena mengacu pada Perda No.14/2020 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
“Jadi lingkup TPAS hanya untuk membuang sampah bagi warga di Gunungkidul. sedangkan bagi warga luar daerah tidak bisa,” katanya.
Kepala DLH Gunungkidul, Hary Sukmono saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya pelarangan pembuangan sampah dari luar daerah ke TPAS Wukirsari. Aksi tersebut terjadi usai TPA Piyungan ditutup. Meski demikian, di dalam aturan Perda No.14/2020 juga ada peluang kerja sama didalam pengelolaan sampah dengan daerah lain.
Hanya saja, lanjut dia, hingga sekarang belum ada pembahasan kerja sama dengan daerah lain untuk pembuangan atau pengelolaan sampah secara bersama-sama. Apalagi setelah TPA Piyungan ditutup. “Belum ada sehingga pemanfaatan di TPAS masih untuk mengelola sampah bagi warga di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.