45 ASN Sleman Naik Pangkat, Ini Pesan Bupati Harda Kiswaya
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan SK kenaikan pangkat golongan IV kepada 45 ASN pada 24 Agustus 2026.
Ilustrasi Depo Sampah Transferstation, Dusun Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah terus berpacu dengan waktu untuk menemukan dan membangun Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS). Semakin lama TPSS tidak kunjung dibangun, risiko penumpukan sampah kian tinggi. Beberapa hari tak bisa disetor ke TPA Piyungan, sampah di Sleman mandek di depo.
Sekda Sleman, Harda Kiswaya menuturkan selama beberapa hari tak bisa diangkut ke TPA Piyungan, sampah-sampah di Sleman masih diletakkan di depo. "Masih di depo, depo [sampah] masing-masing," ujarnya pada Rabu (26/7/2023).
Semua depo sampah di Sleman dibuka untuk tempat transit sampah sementara. Fakta ini juga yang membuat pencarian lokasi penitipan sampah sementara sangat mendesak agar depo tidak kelebihan kapasitas. "Makanya jangan sampai menumpuk di sana, secepat mungkin kami harus cari lokasi [tempat penitipan sampah]," kata dia.
BACA JUGA: Tolak Jadi Tempat Pembuangan Sampah TPA Piyungan, Warga Karanggeneng Pasang Sejumlah Spanduk
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani menambahkan bila pihaknya kini dikejar waktu untuk bisa segera mencari lokasi TPSS di Sleman. Bila lebih dari lima hari, iya khawatir tumpukan sampah akan merembet sampai ke mana-mana. "Kami dikejar waktu, hari semakin tambah ini hari ketiga. Jangan sampai nanti lebih dari lima hari," ungkapnya.
"Paling tidak lima hari kami sudah harus menemukan tempat, membuat tempat itu, kalau enggak nanti waduh sampahnya kemana-mana," ujar dia.
Pihaknya kini tengah mencari opsi lokasi TPSS. Konsepnya sama, akan menggunakan teknologi geomembran. Pencarian ini bisa mencakup wilayah di seputaran Cangkringan ataupun melihat Kapanewon lainnya. Dalam pencarian lokasi TPSS, DLH akan tetap berkoordinasi dengan Pemprov DIY. "Kita berusaha mencari tempat dengan konsep pengelolaan yang mungkin sama, ya mudah-mudahan ini berhasil," ujar dia.
"Akan kami cari tempat yang benturannya sekecil mungkin. Sehingga masyarakat bisa menerima," tambahnya.
Pasalnya Epi menilai pencarian lokasi TPSS ini bukan hanya menyangkut perkara penitipan sampah saja, melainkan juga mengelola dampak sosial yang mungkin akan ditimbulkan. "Permasalahannya kan bukan hanya kita menyelamatkan sampahnya saja, tetapi bagaimana kami mengelola dampak sosialnya," tegasnya.
Dari segi kesiapan pembangunan, Epi mengatakan bila pihaknya siap mengontak penyedia jasa geomembran maupun jasa alat berat bila sewaktu-waktu ada lokasi yang bisa dijadikan TPSS. Termasuk rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan untuk mengangkut sampah-sampah ke lokasi penitipan sampah sementara nantinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan SK kenaikan pangkat golongan IV kepada 45 ASN pada 24 Agustus 2026.
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang