Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul akan memberikan vaksinasi antraks terhadap ribuan ternak di Dusun Jati, Candirejo, Semanu. Rencananya vaksin ini diberikan selama sepuluh tahun.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widisatuti mengatakan, proses pemberian vaksin antraks terhadap ternak warga sudah dimulai dengan penyuntikan anti biotik di kawasan Dusun Jati dan sekitarnya.
BACA JUGA: Vaksinasi Digencarkan, Wabah Antraks Belum Berimbas ke Ekonomi Warga Gunungkidul
Sesuai dengan prosedur penyuntikan, vaksin tidak bisa langsung diberikan karena harus ada jeda waktu dua minggu dari penyuntikan anti biotik.
Selain itu, hewan yang akan divaksin tidak dalam keadaan bunting maupun sakit. “Sebenarnya dua minggu dari penyuntikan anti biotik kemarin Rabu [26/7/2023]. Namun karena bersamaan dengan sosialisasi penyakit LSD, maka vaksin baru dimulai Selasa [1/8/2023],” kata Retno saat dihubungi wartawan, Jumat (28/7/2023).
Dia menjelaskan, ada sasaran sekitar 2.000 ekor ternak yang terdiri dari kambing dan sapi. Untuk stok vaksin juga tidak ada masalah karena pemkab mendapatkan bantuan sebanyak 11.107 dosis.
“Vaksin tidak hanya diberikan sekali. Tapi, akan rutin diberikan selama sepuluh tahun ke depan,” ungkapnya.
Selain upaya pemberian vaksin terhadap hewan ternak di seputaran lokasi temuan antraks, juga terus menyosialisasikan ke masyarakat tentang bahaya penularan penyakit ini. Adapun penekanan dalam sosialisasi untuk tidak menyembelih hewan yang mati mendadak guna mengurangi risiko penyebaran penyakit.
“Paling aman dengan cara dikubur. Kami juga meminta kepada masyarakat untuk menghentikan pratik brandu. Sebab, tradisi ini menjadi salah satu sumber penyebaran antraks di Gunungkidul,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, temuan kasus antraks pada hewan ternak hanya terjadi di Dusun Jati, Candirejo. Adapun hasil uji sampel di Dusun Semuluh Lor, Ngeposari, Semanu dinyatakan negatif.
BACA JUGA: Siapkan 11.107 Dosis, Dinas Vaksinasi Ternak Warga Hingga Radius 5 Km dari Lokasi Kasus
“Sudah keluar hasil uji sampel di Semuluh Lord an hasilnya negatif. Jadi, temuan kasus antraks di tahun ini hanya ada di satu lokasi,” katanya.
Menurut dia, untuk antisipasi adanya kasus antraks di sekitar lokasi ternak mati di Dusun Semuluh Lor juga sudah disirami cairan formalin. “Meski kasus nihil, kami berharap masyarakat tetap mewaspadai potensi penyebaran penyakit antraks,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.