Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Waliyin dan RD, pelaku mutilasi mahasiswa di Sleman. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyidikan kasus mutilasi Sleman dengan korban Redho Tri Agustian yang merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus berlanjut.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY telah mendapatkan hasil tes psikologi pelaku dalam hal ini Waliyin dan RD. Namun untuk tes DNA potongan tubuh korban mutilasi sampai saat ini belum keluar.
Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi, menjelaskan hasil tes psikologi kedua pelaku, Waliyun dan RD, dari biro psikologi Polda DIY. “Motif mutilasi dilakukan secara sadar untuk menghilangkan barang bukti. Itu hasilnya,” ujarnya, Jumat (28/7/2023).
BACA JUGA : Kesaksian Tetangga Waliyin Pelaku Mutilasi Mahasiswa di Jogja: Orangnya Tertutup
Meski demikian, ia belum bisa menyimpulkan apakah kedua pelaku berpotensi mengulangi aksinya kembali atau tidak. “Menunggu proses penyidikan saja,” katanya.
Adapun untuk tes DNA pada potongan tubuh, hingga saat ini belum keluar hasilnya. Pemeriksaan itu diperkirakan baru selesai sekitar pekan depan. Dengan belum adanya hasil tes DNA, potongan tubuh yang korban masih di rumah sakit Bhayangkara.
“Ya ini masih menunggu karena tes DNA ini yang diperiksa darah dengan tulang. Darah itu tujuh hari, tulang itu 14 hari. Mungkin kami koordinasikan lebih cepat lah. Karena DNA itu dipergunakan untuk proses penyidikan dan pemberkasan,” katannya.
BACA JUGA : Profil Waliyin, Sosok Pendiam yang Memutilasi Mahasiswa UMY di Sleman
Sedangkan untuk potongan tubuh lainnya, saat ini Ditreskrimum Polda DIY sudah menghentikan pencarian. “Untuk kepentingan pemberkasan kami sudah cukup. Nanti juga ada informasi pencarian dan lain-lain silakan berkoordinasi dengan Basarnas atau masyarakat yang ada menemukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.