Harga BBM Naik, Bus Sekolah Gunungkidul Pangkas Layanan
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Seorang pengunjung sedang duduk di ruang tunggu penjualan tiket bus Akap di Terminal Dhaksinarga, Wonosari. Selasa (4/4/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mengklaim upaya mendirikan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Terminal Dhaksinarga mendapatkan banyak apresiasi. Pasalnya, selain menghemat anggaran, program ini juga sebagai upaya menghidupkan terminal.
Cara ini menjadi perhatian sejumlah daerah sehingga ingin meniru mendirikan MPP di area terminal. Pelaksana Tugas DPMPTSP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, pembangunan MPP di Gunungkidul sudah dimulai sejak 2020 lalu.
BACA JUGA : Mal Pelayanan Publik Kota Jogja Integrasikan Beragam
Namun karena terdampak pandemi, maka grand launching baru terlaksana di akhir 2022. Uniknya, pembangunan MPP tidak dibarengi dengan pembangunan gedung baru karena layanan memanfaatkan lantai dua di Terminal Dhaksinarga di Kalurahan Selang, Wonosari.
“Kalau harus membangun gedung baru butuh biaya sekitar Rp30 miliar. Tapi, kami tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk membangun MPP,” kata Irawan, Minggu (30/7/2023).
Dia menjelaskan, pemanfaatan area terminal untuk MPP sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan. Pada awal pemanfaatan hanya ada empat booth pelayanan, namun sekarang sudah berkembang menjadi 17 booth. “Total ada 85 jenis layanan mulai dari disdukcapil, perbankan, kepolisian, kejaksaan hingga masalah BPJS,” ungkapnya.
Irawan menambahkan, pelayanan MPP di terminal merupakan hubungan yang saling menguntungkan. Pasalnya, dari sisi pemkab memberikan kemudahan layanan ke masyarakat, sedangkan dari sisi pengelolaan terminal bisa menjadi upaya pendongkrak kunjungan agar lebih ramai.
“Banyak yang belajar ke Gunungkidul dan ingin meniru membangun MPP di terminal sehingga banyak yang melakukan studi banding,” katanya.
BACA JUGA : Tingkatkan Kualitas Layanan, Pemkot Jogja Resmikan Mall Pelayanan Publik
Menurut dia, beberapa terminal seperti di Cilacap, Purwokerto hingga Wonosobo berencana dilengkapi MPP. “Pengembangan MPP di Gunungkidul jadi satu-satunya yang didirikan di terminal. Jadi, banyak yang ingin mengikutinya sehingga menghemat biaya pembangunan,” katanya.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Dhaksinarga, Aris Farwanto mengatakan, kementerian perhubungan sangat mengapresiasi dibangunnya MPP di kawasan terminal. Kolaborasi ini dinilai sangat positif karena tidak hanya menjadi embrio dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi juga mempermudah pelayanan ke masyarakat.
“Dari data yang masuk, kerja sama ini juga mampu untuk menghidupkan terminal sehingga bisa lebih ramai lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.