Mal Pelayanan Publik Kota Jogja Integrasikan Beragam Pelayanan dalam Satu Pintu

Persiapan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berada di kompleks Balai Kota Jogja. - Antara
29 Juni 2021 08:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah Kota Jogja akan melakukan soft launching Mal Pelayanan Publik atau disingkat MPP. Fasilitas publik ini akan mengintegrasikan beragam pelayanan untuk masyarakat baik pelayanan pemerintahan maupun swasta.

Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan dan Promosi Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Jogja, Wiwin Giri Doriawani menjelaskan pembukaan MPP ini bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan publik dan layanan lainnya.

"Di MPP ini di dalamnya ada layanan pelayanan publik yang berkaitan dengan perizinan dan nonperizinan. Tidak sekadar memindahkan tempat saja tetapi mengintegrasikan pelayanan," katanya, Senin (28/6/2021).

Ia menyebutkan sejumlah lembaga yang bergabung membuka layanan di MPP yakni Kemenag untuk informasi haji dan umrah, Polresta, Samsat untuk membayar pajak kendaraan, Balai Besar POM, Kantor Imigrasi, Bea Cukai, KPP Pratama, Dinkes, BUPKP dan Dinas Kependudukan untuk pelayanan KTP. Selain itu, untuk instansi lain di antaranya Bank Jogja, BPD DIY, Kantor pos, BPJS Kesehatan, PDAM, Jasa Raharja dan Koperasi.

Baca juga: Khawatir RS Kolaps, Pemkot Jogja Bersiap Dirikan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Di MPP ini, pemohon yang masuk bisa mengakses beberapa pelayanan sekaligus. Ia mencontohkan pemohon yang mengurus Jamkesda, saat yang diketahui bermasalah adalah BPJS Kesehatannya maka ia harus ke BPJS Kesehatan. Saat kemudian diketahui ada masalah di KTP-nya, maka ia harus mengurusnya ke Dinas Dukcapil.

"Kalau besok tidak. Tidak harus wira-wiri. Pendaftaran hanya sekali, yang mengurus kesana-kesini adalah petugasnya melalui sistem, tinggal klik. Pemohon hanya menunggu saja. Ini yang namanya integrasi, tujuannya adalah memberikan kemudahan kepada masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan masyarakat yang masuk ke MPP ini tidak harus ke loket apa yang dituju, tetapi cukup di satu pintu yakni ke FO (front office). Salah satu contohnya, jika pemohon akan mengurus KTP, maka di FO akan didaftar dan ditanya tujuannya apa. Saat ini, kebetulan layanan KTP sudah online, jadi di lokasi tersebut pemohon sudah harus mengisi data, dan hanya tinggal merekam saja.

Baca juga: Berkat BPJS Kesehatan, Penderita DM Ini Berobat Gratis

Ada jenis lain lagi yang berkonsep terintegrasi. Pemohon perizinan yang datang ke loket hanya mendaftar lalu input data kemudian menunggu. Pemohon tidak perlu ke loket-loket, karena nanti dari FO, data akan secara sistem ke back office, izin akan diserahkan ke FO, data akan terbit ke anjungan itu.

Tahun ini, Pemkot Jogja juga akan memudahkan masyarakat terkait dengan mendapatkan izin tanpa datang ke MPP, meskipun prosesnya di MPP, tetapi bisa print from home. Ada pula ACM, anjungan cetak mandiri. yakni akan disediakan alat di MPP, nantinya pemohon tinggal memasukkan kode, di-scan maka akan keluar izinnya, seperti mengambil uang.

Saat ini, lanjutnya, Pemkot Jogja baru akan melakukan soft opening karena harapannya, akan dikembangkan di tahun berikutnya, yakni totalitas di tahun 2022. "Kami akan kembangkan di mana jenis layanan akan bertambah, layanan tatap muka, teritegrasi, ACM ada pelayanan komputer untuk yang gaptek, ke depan juga akan menambahkan drive thru, yang nantinya ada drive thru Samsat untuk perpanjangan STNK, SIM, SKCK dan KTP. Sebenarnya sekarang pun bisa dibuat sistem drive thru tetapi secara fisik belum memenuhi sehingga masih di dalam gedung, menyatu di MPP," katanya.

Ia menambahkan dari pelayanan satu pintu ini nantinya dipastikan tidak terjadi penumpukan pemohon layanan, apalagi masih di masa pandemi Covid-19. "Nanti yang ramai di sistem, orangnya tidak datang. Jadi masyarakat bisa mendaftarnya online, nanti diatur waktunya di situ," katanya.