Bukan Sekadar Buka Lomba, Wawali Astrid Turun ke Sungai dan Mancing Bareng Warga
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Indar menunjukkan Kartu Program JKN KIS, Minggu (24/6/2021)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Berkat layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Indar Mastri, 39, ibu rumah tangga asal Maguwoharjo, Kapanewon Depok, bisa menjalani pengobatan diabetes melitus (DM). Biaya selama pengobatan sepenuhnya dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Ibu dari dua orang anak ini mengidap DM selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Dia mengidap penyakit ini karena faktor keturunan. "Awalnya saya periksa di rumah sakit dengan biaya sendiri. Hasilnya, kadar gula darah saya tinggi. Oleh dokter saya divonis menderita DM dan harus menjalani pemeriksaan rutin," katanya, Kamis (24/6/2021).
Indar kemudian berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama (FKTP). Karena saat itu FKTP tidak bisa menangani, Indar pun dirujuk ke faskes kedua. Indar kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan rutin DM. "Selama menjalani pengobatan saya tidak ditarik biaya sepeserpun," katanya.
Pada awal pengobatan rutin yang dijalani, kondisi kesehatan Indar diperiksa hampir dua pekan sekali. Sejak pandemi Covid-19 melanda, Indar sempat menghentikan aktivitasnya. Ia lebih mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 menjaga diri dengan menerapkan pola makan yang sesuai dengan kebutuhannya. "Saya khawatir [terpapar Covid-19] kalau ke rumah sakit. Setelah ada penyesuaian, pada awal Maret kemarin mulai rutin berobat," katanya.
Selama berhenti periksa akibat pandemi, Indar merasakan efek bawaan dari DM mulai mendera, mulai dari nyeri di sekitar pergelangan, pusing dan efek lainnya akibat kadar gula yang tidak terkontrol. "Setelah saya cek darah lagi, kadar gula saya naik drastis. Akhirnya kembali mengikuti pengobatan rutin lagi," cerita Indar.
Indar sudah sejak lama menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kelas II. Ia merasa beruntung karena dengan fasilitas ini, ia dan keluarganya mendapat pelayanan kesehatan secara maksimal. "Kalau anak saya yang pertama saat ini menjalani terapi attention-deficit hyperactivity disorder [ADHD] rutin sepekan sekali. Semuanya melalui prosedur mulai FKTP dan faskes lanjutan. Karena pakai BPJS Kesehatan, ya tidak diminta bayar sama sekali,” kata Indar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Hasil UEFA Nations League 2026/2027: Belgia menang 3-0 atas Türkiye, Polandia 6-0 Rumania, Prancis ditahan Italia 1-1.