Advertisement
Penumpang Sepi, Ini Curhatan Penjual Tiket di Terminal Dhaksinarga Gunungkidul

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penjual tiket bus di Terminal Dhaksinarga di Kalurahan Selang, Wonosari, Gunungkidul mengeluhkan sepinya penumpang. Meski demikian, mereka tetap bertahan menjual tiket untuk mengakomodasi keperluan warga yang akan berangkat ke luar daerah.
Terminal Dhaksinarga masuk kategori Tipe A yang pengelolaannya langsung di bawah komando Kementerian Perhubungan. Lokasinya juga sangat repesentarif karena fasilitas yang dimiliki juga bagus.
Advertisement
Hal ini terlihat dari tempat pembelian tiket bus yang tertata dengan rapi dan dilengkapi dengan ruang bermain anak. Adapun ruang tunggu di dalam terminal tak lagi pengap karena dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan.
Meski demikian, berbagai fasilitas yang ada tak membuat geliat penumpang meningkat karena keadaan ramai hanya terjadi pada jam-jam tertentu saja. Koordinator agen penjual tiket PO Pandawa, Rihas Murwanto mengatakan, kondisi di terminal masih sepi, meski berbagai fasilitas telah ditambah.
“Ramainya jam tertentu saja seperti 13.00 WIB atau sore. Itu pun tidak tentu,” kata Murwanto, Rabu (5/4/2023).
Baca juga: Jelang Lebaran Permintaan Telur di Sleman Justru Menurun, Ini Penyebabnya
Menurut dia, banyak faktor membuat kunjungan ke terminal tidak seramai di era 2000an ke belakang. Selain karena pilihan moda transportasi yang semakin banyak, kepemilikan kendaraan pribadi juga semakin banyak sehingga memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas penumpang.
“Kalau dulu angkutan umum [bus] jadi andalan, tapi sekarang banyak yang memilih pakai kendaraan pribadi,” katanya.
Murwanto pun menyakini saat Lebaran juga tidak begitu ramai. Keberadaan angkutan umum juga harus bersaing dengan penyewaan mobil rental yang dinilai lebih efisien dan hemat.
Ia mencontohkan, satu keluarga dengan jumlah enam anggota keluarga untuk berlebaran ke Gunungkidul membutuhkan biaya paling sedikit Rp6 juta guna membeli tiket pulang pergi dengan menggunakan bus. Sedangkan menyewa mobil rental akan jauh lebih murah.
Meski juga ada kenaikan sewa, tapi dinilai tidak banyak karena hanya di kisaran Rp500.000 per hari. Dengan asumsi sewa selama tujuh hari maka butuh biaya Rp3,5 juta. Adapun sisanya dapat digunakan membeli Bahan Bakar Minyak dan lainnya.
“Pakai bus hanya sampai terminal dan untuk sampai ke rumah juga butuh ongkos lagi. Sedangkan sewa mobil bisa digunakan kemana saja selama mudik,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Branto, agen penjual tiket lain di Terminal Dhaksinarga. Menurutnya, ada keuntungan lain menggunakan mobil sewa ketimbang memakai bus untuk mudik.
“Mobil yang dibawa juga bisa untuk bergaya,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui tetap menekuni usaha dalam penjualan tiket bus, walaupun jumlah penumpangnya tidak seramai dulu. Hingga sekarang masih banyak armada bus antar kota antar provinsi yang beroperasi guna melayani penumpang.
“Mayoritas tujuan Jakarta dan sekitarnya, tapi ada juga yang tujuan bandung. PO yang beroperasi Sinar Jaya, Gunung Harta, Handoyo, Maju Lancar, Pendowo, Rosalia Indah, Murni Jaya, Santoso dan Hiba Putra,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Perhatian! Lusa, Polri Lakukan Flag Off One Way Secara Nasional
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
- Jalur Wisata Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
- H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Kawasan Malioboro Padat Merayap
- H+3 Lebaran 2025, Pantai Parangtritis Dikunjungi 14.000 Wisatawan
Advertisement
Advertisement