Advertisement
Jelang Lebaran Permintaan Telur di Sleman Justru Menurun, Ini Penyebabnya

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran Forkopimda Sleman melakukan pantauan ke gudang-gudang distributor komoditas bahan pokok di Sleman. Dalam pantauan ini, ketersediaan bahan pokok disebut aman. Terungkap permintaan telur justru menurun saat Ramadan dan jelang lebaran.
Pemilik Jogja Telur Setiawan Santoso normalnya permintaan telur bisa mencapai 5-10 ton per hari. Namun di awal ramadan ini, permintaan telur cenderung turun lantaran surutnya pariwisata dan tidak adanya hajatan.
Advertisement
Permintaan telur disebutkan Setiawan baru akan meningkat menjelang lebaran. Kenaikan permintaan di hari-hari menjelang lebaran disebutkan Setiawan bisa mencapai tiga kali lipat. "Misal 10 ton, kalau pas lebaran ya bisa tiga hari itu 30 ton setiap hari. Selama tiga hari saja sih tidak lama," ungkapnya, Selasa (4/4/2023).
BACA JUGA : 200.000 Sepeda Motor dan 200.000 Mobil Diprediksi Masuk Jogja saat Lebaran
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meninjau ketersediaan bahan pangan di distributor bahan pokok CV Arista di Jalan. Kaliurang dan Jogja Telur di Jongke Sendangadi Mlati. Berdasarkan pantauan yang dilakukan, Kustini menuturkan bila persediaan bahan pangan pokok masih mencukupi dan tidak ada indikasi kekurangan.
"Untuk persediaan pangan di Sleman sudah cukup. Baik untuk telur, beras, gula, minyak dan gandum. Sehingga mari kita bersama-sama menghadapi adanya bulan ramadan maupun Idul Fitri ini tetap bahagia karena tidak akan kekurangan pangan," terangnya saat meninjau gudang Jogja Telur.
Kendati demikian Pemkab Sleman akan terus memantau perkembangan komoditas bahan pangan pokok seperti minyak goreng, tepung gandum, beras, gula, serta telur ayam. "Persediaan masih banyak dan mencukupi. Meskipun permintaan meningkat tetapi tidak ada kekurangan stok," ujarnya.
"Kenaikan harga bahan pangan pokok masih di kisaran wajar dan pasokan lancar sehingga dengan melihat perkembangan ini saya harap masyarakat tetap tenang," ucapnya.
Harapan Kustini dengan pasokan bahan pangan yang cukup ini, tidak membuat masyarakat panik buying. Lantaran dari hasil pantauan Kustini, ketersediaan bahan pokok saat ini masih ada. "Baik itu beras, gandum, minyak, gula ketersediaan lebih dari cukup sampai nanti Idul Fitri," ungkapnya.
BACA JUGA : Tiket Kereta Angkutan Lebaran Relasi Jogja Sudah Habis Terjual
"Ketersediaan lebih dari cukup dan aman. Semoga kita bersama-sama bisa mengendalikan harga dan memang ini bahan pokok sudah tersedia," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang juga ikut dalam peninjauan ketersediaan bahan pokok ke distributor. Baik di gudang maupun distribusinya, bahan pokok terpantau aman dan lancar api saat ini.
"Terkait bahan pokok, baik itu kesediaan di gudang dan juga distribusinya semua aman lancar dan belum menunjukan peningkatan permintaan yang terlalu signifikan," ujarnya.
Menurutnya secara prinsip pemerintah daerah selalu melakukan pemantauan terkait kebutuhan, stok, distribusi dan harga bahan pokok. Jika terjadi kekurangan atau kelangkaan, Pemkab Sleman akan melakukan tindakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Viral Copot Stiker Gambar Caleg di Rumah Tanpa Izin, Agos Gemoy Dapat Somasi Bakal Diseret ke Jalur Hukum
Advertisement

Jelang Natal Saatnya Wisata Ziarah ke Goa Maria Tritis di Gunungkidul, Ini Rute dan Sejarahnya
Advertisement
Berita Populer
- Serahkan DIPA dan Buku Alokasi TKD 2024, Belanja Negara di DIY 2024 Naik 12,08 Persen
- Soal Video Ade Armando Senggol Keistimewaan DIY, GKR Hemas: Pasti Itu Pesanan, Tapi Yo Gak Popo
- Dishub Jogja Petakan Titik Parkir Liar Jelang Libur Akhir Tahun, Ini Salah Satunya
- Desentralisasi Pengelolaan Sampah, ORI DIY: Penutupan TPA Piyungan Tidak Sesuai Perda
- Pasar Murah di Alkid, Cabai Rp5 Ribu per Ons Habis Diserbu Warga
Advertisement
Advertisement