Polresta Sleman Jelaskan Duduk Perkara Viral Shinta Komala
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Suasana Terminal Jombor pada Senin (3/4/2023) yang belum terlihat adanya kepadatan penumpang yang signifikan./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki pekan ketiga Ramadan, situasi naik turun penumpang di Terminal Jombor masih terpantau landai. Belum ada kepadatan penumpang yang signifikan pada pekan ketiga Ramadan ini.
Staf Bagian Informasi Terminal Jombor, Ria Rahmawati menuturkan kondisi terminal terbilang masih sepi saat ini. Bahkan tren yang ada cenderung menunjukan penurunan penumpang di awal Ramadan. "Penumpangnya itu menurun, kalau awal ramadan biasanya menurun," terangnya pada Senin (3/4/2023).
Di hari biasa sebelum Ramadan, setidaknya ada 100 bus yang lalu lalang di Terminal Jombor. Sementara di awal-awal Ramadan, Ria mencatat hanya ada 70-80 bus saja yang menaikan maupun menurunkan penumpang di Terminal Jombor. Sementara pada akhir pekan di awal ramadan, paling banter jumlah bus yang ada di terminal berkisar 90 bus.
Kendati demikian Ria menyebut ada sedikit peningkatan penumpang yang terlihat di awal pekan ini. "Senin ini sih agak lumayan ada banyak penumpang. Agak meningkat dari sebelumnya," ujarnya.
Baca juga: 262 Kilometer Jalan Nasional di DIY Disiapkan untuk Mudik, Dipastikan Nol Lubang
"Belum meningkat banget, tapi ya ada peningkatan cuma sedikit," tambahnya.
Ria memperkirakan peningkatan jumlah penumpang maupun moda transportasi bus Lebaran akan terjadi pada H-10 sampai H-14 lebaran. Diprediksi pada waktu-waktu tersebut jumlah bus yang akan melintas di Terminal Jombor bisa mencapai sekitar 120 bus.
Dari sisi kesiapan jelang lebaran, nantinya posko mudik akan didirikan di Terminal Jombor. "Kalau untuk lebarannya ini dari pihak Dinas Perhubungan akan ada posko lebaran. Itu insyallah mulainya 15 April baru mau mulai untuk posko," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.