Tragedi Sungai Wiroko: Pelajar Wonogiri Tewas Tenggelam Saat Memancing
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
Foto ilustrasi pernikahan. Angka permohonan dispensasi menikah di Gunungkidul meningkat dan didominasi akibat hamil di luar nikah. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus remaja Gunungkidul yang hamil di luar nikah pada 2023 ini diperkirakan meningkat tajam dibandingkan 2022 lalu.
Jumlah tingginya kasus remaja Gunungkidul yang hamil di luar nikah itu bisa dilihat dari permohonan dispensasi nikah. Mereka yang mengajukan dispensasi adalah masih usia anak namun terpaksa harus menikah karena hamil lebih dahulu.
Berdasarkan data UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Gunungkidul jumlah dispensasi nikah pada 2021 ada 32 permohonan, dari jumlah ini sebanyak 46 persen atau 14 kasus di antaranya remaja yang hamil di luar nikah.
Kemudian pada 2022 tercatat ada 184 permohonan dispensasi pernikahan, sebanyak 28 persen atau 51 kasus merupakan remaja hamil di luar nikah. Sedangkan Pada 2023 ini hingga Juli tercatat ada 113 permohonan dispensasi nikah, sebanyak 44 persen atau 49 kasus merupakan hamil di luar nikah.
Dengan demikian pada 2021 ada 14 remaja hamil di luar nikah, kemudian 2022 ada 51 remaja hamil dan 2023 ini belum genap setahun sudah tercatat 49 remaja hamil di luar nikah yang mengajukan dispensasi nikah.
“Jadi untuk yang dispensasi nikah penyebabnya hamil itu 2021 ada 46 persen, 2022 ada 28 persen dan 2023 sementara di angka 44 persen,” kata UPT Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Gunungkidul Aris Winata, Rabu (2/8/2023).
Sebelumnya Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan dalam berbagai pertemuan warga ia selalu menyampaikan terkait Gerakan anti pernikahan dini. Hal ini menjadi salah satu strategi agar orang orangtua turut membantu melakukan pencegahan persoalan yang menjadi penyebab tingginya permohononan dispensasi nikah. Adapun penyebab pernikahan dini lebih banyak disebabkan hamil di luar nikah.
“Mari bersama-sama menumbuhkan motivasi kepada anak untuk memiliki mimpi atau cita-cita serta berusaha mewujudkan impian tersebut menjadi kenyataan. Dengan begini, maka upaya pernikahan dini bisa dicegah,” katanya.
BACA JUGA : Dinkes Gelar Skrining, 11 Ibu Hamil di Kulonprogo Reaktif Hepatitis B
Kondisi hamil di luar nikah itu berpengaruh terhadap indeks Pembangunan manusa (IPM) Gunungkidul. “Ini jelas tidak baik karena kalau dibiarkan bisa berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia [IPM] di Gunungkidul,” ucapnya.
Menurutnya sudah banyak program yang dijalankan dengan menyasar ke kapanewon maupun di kalurahan. “Tentunya agar hasilnya optimal, peran dari masyarakat juga sangat dibutuhkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.