5 Penerima RTLH Sleman Mengundurkan Diri, Anggaran Rp68 Juta Tak Terserap
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.
Foto ilustrasi pemeriksaan hepatitis /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo lakukan skrining pada ibu hamil (bumil). Hasilnya adalah terdapat sebelas bumil yang reaktif hepatitis B.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati, mengatakan terdapat 0,56% dari total sasaran skrining 1.979 bumil. Apabila dikonversi maka setidaknya ada sebelas bumil yang reaktif hepatitis B.
“Hepatitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, dan faktor lainnya. Skrining yang Dinkes lakukan tahun ini mendapatkan hasil 0,56 persen ibu hamil reaktif hepatitis B,” kata Rina dihubungi, Sabtu (29/7/2023).
BACA JUGA: 5 Gejala Hepatitis Akut pada Anak yang Tidak Boleh Diabaikan
Selama ini, Rina mengatakan pemeriksaan skrining hepatitis B secara rutin baru menyasar ibu hamil. Dia menegaskan bahwa ibu hamil yang reaktif hepatitis B akan menularkan ke bayinya. Hepatitis yang menjangkiti bayi berisiko berubah menjadi hepatitis kronis. Apabila sudah kronis maka bayi tersebut akan terus menularkan hepatisi sepanjang hidupnya.
Jelas dia, bumil yang reaktif haptitis B tersebut akan dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut berkaitan denagn hasil antigen apakah positif atau negatif. Pengobatan yang akan diberikan mengacu pada kadar antigen tersebut.
“Jadi yang diperiksa di Puskesmas kan baru kuantitatif, negatif atau positif saja. Nanti harus dicek lebih lanjut kadarnya, kalau positif itu [kadarnya] berapa. Nah, cek dilakukan di rumah sakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Joanna Wietrzyk minta maaf setelah viral buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing. Ia mundur secara retroaktif dan melepaskan poin kemenangannya.
Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di DKI, Banten, dan Jabar serta didenda Rp40 juta usai laga kontra Persib.
Gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian daerah setempat