SMK Kelautan Gunungkidul Diusulkan Pindah karena Langganan Banjir
Bupati Gunungkidul mengusulkan relokasi SMK Kelautan Tanjungsari karena sering terdampak banjir. Baleharjo dan Paliyan menjadi dua lokasi yang dipertimbangkan.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul mengklaim jumlah calon pengantin anak di Bumi Handayani terus menurun. Hal ini terlihat dari bimbingan konseling yang tercatat sejak 2022 lalu.
Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, ada kecenderungan jumlah pernikahan dini di Gunungkidul menurun. Sebagai gambaran di 2022 terdapat 184 calon pengatin anak yang mengikuti bimbingan konseling di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Perempuan dan Anak.
BACA JUGA: Kejagung Resmi Ajukan Banding atas Vonis Tom Lembong, Ini Alasannya
Adapun di 2023 terdapat 176 calon pengantin anak yang mengikuti bimbingan konseling. Pada tahun lalu, jumlah yang mengikuti bimbingan berkurang drastis karena hingga akhir 2024 hanya terdapat 43 calon pengantin melakokan konseling.
“Untuk tahun ini, hingga pertengahan Juli sudah ada 12 calon pengantin anak yang mengikuti bimbingan konseling,” katanya, Selasa (23/7/2025).
Meski ada penurunan, Nurudin mengakui terus ada upaya untuk pencegahan pernikahan dini di Bumi Handayani. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan menggecarkan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah maupun ke kalurahan.
Di sisi lain, juga ada kerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) khususnya dalam upaya penanganan konsulitasi calon pengantin anak. Untuk calon yang kedapatan hamil terlebih dahulu, maka konsultasi melibatkan LBH agar bisa mendapatkan dispensasi nikah.
“Kalau belum hamil, konsultasi ditangani UPPA. Kami berupaya memberikan pengetahuan dan pemahaman agar proses menikah ditunda hingga cukup umur,” katanya.
BACA JUGA: Dukung Digitalisasi Finansial Umat, Danamon Syariah Kolaborasi dengan PP Muhammadiyah
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Anwarudin mendukung penuh upaya Pemkab guna melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap praktik pernikahan dini. Pencegahan perlu digencarkan karena ada dampak negative dari pernikahan di bawah umur.
“Harus terus digencarkan gerakan anti pernikahan dini di Gunungkidul,” katanya.
Menurut Udin, dari sisi kesehatan reproduksi, dinilai belum siap sehingga sangat membahayakan bagi ibu maupun calon bayi pada saat kehamilan. Di lihat dari aspek sosial, juga rawan karena belum mapan sehingga dapat memicu masalah kemiskinan baru.
“Dari sisi psikis juga belum siap sehingga rawan timbul masalah dalam keluarga. Jadi, untuk pencegahan dini, semua pihak harus ikut berperan, termasuk masyarakat,” kata politikus PAN ini. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul mengusulkan relokasi SMK Kelautan Tanjungsari karena sering terdampak banjir. Baleharjo dan Paliyan menjadi dua lokasi yang dipertimbangkan.
Donald Trump dikabarkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekjen PBB setelah masa jabatan António Guterres berakhir.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.