Syarat Pendaftaran Sekolah Rakyat Gunungkidul, Dibuka SD hingga SMA
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Seorang pemotor melintas di depan calon rumah sakit yang dibangun oleh Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk. Foto diambil 1 Agustus 2023./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul berencana membangun rumah sakit tipe D di sisi utara. Meski demikian, proyek ini belum bisa terealisasi karena pembangunan yang dimulai di 2019 masih berhenti hingga sekarang.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan ada program peningkatan kualitas layanan kesehatan di sisi utara Gunungkidul. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas layanan di Puskesmas Ngoro-oro di Kapanewon Patuk menjadi rumah sakit tipe D.
Pembangunan tahap I sudah dilaksanakan pada 2019 lalu dengan alokasi sebesar Rp4,7 miliar. Namun, setelah itu pembangunan belum juga dilanjutkan karena dampak dari pandemi Covid-19. “Hingga sekarang belum dilanjutkan,” kata Dewi, Kamis (10/8/2023).
Menurut dia, untuk pembangunan sepenuhnya ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang menanangani masalah insfrastruktur. “Kami hanya menggunakan saja kalau sudah jadi,” katanya.
BACA JUGA: 6 Proyek Rusun KPBU Senilai Rp34,03 Triliun di 2023
Disinggung soal selesainya jalan alternatif Gunungkidul-Sleman di akhir tahun, Dewi tidak menampik lokasi calon RSUD, yang sekarang masih berstatus puskesmas menjadi sangat strategis. Hal ini tak lepas dari jarak yang sangat dekat dengan jalan raya tersebut. “Tentunya kami berharap bisa segera diselesaikan karena sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan, tahun ini belum ada anggaran untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit tipe D di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk. Sejak adanya pandemic di 2022, praktis pembangunan berhenti hingga sekarang. “Baru tahap I pembangunannya, tetapi berhenti karena pandemi,” kata dia.
Nanang menjelaskan, sesuai dengan detail engineering design (DED) yang disusun, rumah sakit ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama sudah dibangun, tetapi lanjutannya masih menunggu karena kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas. “Hingga sekarang belum ada anggaran untuk melanjutkan. Jadi, kami belum bisa memastikan kapan selesainya,” kata Nanang.
Menurut dia, untuk bisa beroperasi, RSUD Ngoro-oro juga membutuhkan dukungan fasilitas kesehatan lainnya. Hanya saja, pihaknya hanya bertanggungjawab mengenai pembangunan gedung, sedangkan untuk yang lain menjadi kewenangan dinas kesehatan.
“Memang butuh biaya besar karena selain gedung juga harus melengkapi berbagai fasilitas bersama dengan sumber daya manusianya. Jadi, untuk sekarang belum dilanjutkan pembangunannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.