Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Kegiatan pentas seni budaya. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggungjawab dalam melestarikan budaya lokal. Salah satunya dengan memberikan ruang kepada para pelaku seni untuk melakukan pementasan terbuka dan dapat dinikmati masyarakat.
Melalui program HW Peduli digelar pentas seni budaya dengan melibatkan warga dan seniman lokal di Gold Dragon, Sinduadi, Mlati Sleman. Pertunjukan seni dan budaya itubertujuan untuk mengangkat, memelihara, serta mempromosikan kekayaan seni dan budaya lokal Jogja.
BACA JUGA : Jokowi Berkunjung ke Jogja, Parade Seni Budaya Lintas Etnis Ditunda
Perwakilan Tim CSR HW Peduli Kharis menyatakan warisan budaya harus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda. Oleh karena itu pertunjukan seni budaya yang ditampilkan merupakan upaya berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman budaya Indonesia.
"Komitmen kami bukan hanya sebagai penyalur kepedulian, tetapi juga sebagai wadah untuk melestarikan seni dan budaya Indonesia. Kami berharap bahwa kegiatan yang kami selenggarakan akan memberikan kontribusi positif untuk masyarakat," katanya, Senin (21/8/2023).
Ia menambahkan selain pentas seni, ada sejumlah kegiatan yang digelar dalam memberikan dukungan untuk warga. Mulai dari penyerahan sejumlah fasilitas bermanfaat untuk warga seperti tempat sampah, alat musik, laptop, dan printer untuk sekretariat RW, serta alat cek kesehatan dan timbangan berat badan digital untuk bayi dan balita.
BACA JUGA : Peringati Hari Jadi ke-6, Grand Ambarukmo Hotel Gelar Pameran Seni Rupa Ibudaya
“Semua ini bertujuan untuk meringankan beban dan meningkatkan kualitas hidup warga. Kami telah merencanakan rangkaian kegiatan yang variatif dan berdampak, di antaranya senam sehat, sesi pijat refleksi gratis juga hingga lomba mewarnai,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.