PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Anggota Bank Sampah Catur Mandiri saat mempraktikan pembuatan aneka kerajinan dari bahan sampah plastik di salah satu rumah warga di Dusun Selang IV, Selang, Wonosari. Rabu (23/8/2023). (Harian Jogja/ David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gerakan pengolahan sampah dengan cara memilah, memilih dan menggunakan ulang terus digalakkan di Gunungkidul. Kampanye ini dengan memanfaatkan keberadaan bank sampah.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, total hingga sekarang ini sudah ada 230 bank sampah. Adapun yang masih aktif, salah satunya Bank Sampah Catur Mandiri di Dusun Selang IV, Selang, Wonosari.
Pengelola Bank Sampah Catur Mandiri, Rani Widyaningsih mengatakan, bank sampah didirikan pada 2014 lalu dengan tujuan mengelola sampah plastik menjadi aneka kerajinan. Sampah plastik banyak macamnya mulai dari bungkus kopi, gelas plastik dan lain sebagainya.
Menurut dia, bagi kebanyakan orang, sampah plastik ini tidak bermanfaat, namun untuk anggota bank sampah menjadi barang berharga yang dapat mendapatankan uang. Sebagai contoh, lanjut Rani, bungkus kopi sekarang tidak laku dijual ke pengepul sampah karena mengandung minyak.
BACA JUGA: Parpol Masih Diperbolehkan Mengganti Bacaleg
Meski demikian, bagi warga sekitar Dusun Selang IV tidak perlu khawatir karena barang ini bisa diterima di bank sampah. Untuk harga dipatok Rp5.000 per kilonya.
“Adanya bank sampah saling menguntungkan, sebab masyarakat bisa mengatasi masalah sampah, tapi juga dapat penghasilan,” katanya kepada wartawan, Rabu (23/8/2023).
Dia menjelaskan, aneka sampah plastik yang terkumpul kemudian diolah disesuaikan dengan jenis dan warnanya. Rani pun mempat mempraktikan membuat bunga dari sampah plastik hanya menggunakan gunting dan lem.
“Bentuknya warna warni sehingga bisa menarik minat orang,” katanya.
Aneka kerajinan yang dihasilkan Bank Sampah Catur Mandiri bermacam-macam mulai dari piring, vas bunga, tempat sampah, tempat tisu, hingga tas belanja. Untuk harga bervariasi, wadah tisu dipatok Rp30.000 per unit, piring Rp15.000 per unit dan bunga antara Rp20.000-25.000 per unitnya.
“Rata-rata per bulan dari pembuatan kerajinan ini menghasilkan pendapatan Rp700.000. Lumayan, itung-itung untuk menambah pendapatan,” katanya.
BACA JUGA: Uji Coba Pelarangan Sepeda Motor Lewati Underpass Kentungan dan Jombor Diperpanjang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, hingga sekarang ada 230 bank sampah. Adapun terbanyak berada di Kapanewon Karangmojo sebanyak 101 bank sampah.
Menurut dia, bank sampah sangat bermanfaat untuk mengurai permasalahan sampah. Terlebih lagi, kondisi di TPAS Wukirsari mulai penuh sehingga keberadannya bisa mengurangi beban di tempat pembuangan tersebut.
“Jadi kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk mengolah terlebih dahulu sehingga sampah yang dibuang-buang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai. Coretax dan AI dorong kinerja pajak dan bea cukai meningkat.
Stadion Kansas City jadi venue penting Piala Dunia 2026. Simak jadwal lengkap fase grup hingga perempat final.
Hilman Latief bantah terima aliran dana korupsi kuota haji. KPK terus dalami kasus yang menjerat mantan Menag Yaqut.
Resep tongseng kambing tanpa santan, empuk dan tidak bau. Cocok untuk olahan daging kurban Iduladha di rumah.
Stadion Atlanta jadi venue semifinal Piala Dunia 2026. Cek jadwal lengkap fase grup hingga semifinal di sini.