BYD Terancam Rugi Rp500 Miliar Setelah Salah Kirim Mobil ke Konsumen
BYD membuka opsi refund penuh kepada 1.265 konsumen di Australia setelah menjual mobil dengan tahun produksi berbeda. Kerugian perusahaan berpotensi menembus Rp
Kebakaran - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebuah warung di Jalan Padjajaran, Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Jumat (25/8) dini hari terbakar. Tak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp110 juta.
Kapolsek Depok Timur Kompol Masnoto mengungkapkan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada pukul 02.15 WIB. Dimana, saat itu petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sleman menerima telepon dari masyarakat terkait kebakaran di warung di Condongcatur, Depok, Sleman.
Mendapatkan informasi itu, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi kejadian dan berusaha memadamkan api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu karena warung dalam keadaan kosong tidak ada yang menjaganya.
"Api baru berhasil dipadamkan petugas sekira pukul 03.20 WIB, setelah empat mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian," katanya.
Adapun kebakaran yang diduga disebabkan oleh korsleting tersebut diperkirakan mencapai Rp110 juta, setelah ruang dapur beserta isinya dan atap warung terbakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD membuka opsi refund penuh kepada 1.265 konsumen di Australia setelah menjual mobil dengan tahun produksi berbeda. Kerugian perusahaan berpotensi menembus Rp
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
DIY dan Kalimantan Timur menyiapkan program pelestarian budaya Jawa serta pengembangan pariwisata yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Empat remaja diamankan dalam kasus pembacokan pelajar di Sanden, Bantul. Polisi masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Hasto Wardoyo meminta sekolah tidak menjadikan seragam sebagai beban orang tua dan memberi toleransi bagi siswa yang belum mampu membeli seragam.
Jelang Muktamar NU ke-35, Majlis Musyawarah Taswirul Afkar membahas arah NU 100 tahun ke depan dan penguatan kemandirian jamiyah.