Api Tungku Bakar Rumah Warga di Gunungkidul, Kerugian Puluhan Juta

Yosef Leon
Yosef Leon Jum'at, 29 Mei 2026 10:17 WIB
Api Tungku Bakar Rumah Warga di Gunungkidul, Kerugian Puluhan Juta

Iustrasi kebakaran. ist/Dokumentasi Damkarmat Kota Jogja

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kebakaran melanda rumah milik Poniran di Padukuhan Banyumeneng II RT 05/RW 02, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang, Kamis (28/5/2026) petang. Insiden diduga dipicu api tungku kayu yang ditinggal pemilik rumah saat masih menyala.

Kasubag TU UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Api pertama kali diketahui setelah istri dan cucu Poniran mendengar suara letupan dari arah dapur rumah.

“Setelah dicek ternyata api sudah membesar di bagian dapur. Warga kemudian langsung bergotong royong melakukan pemadaman secara manual sebelum petugas datang,” kata Ngadiyono, Jumat (29/5/2026). 

Menurut dia, kebakaran bermula saat pemilik rumah memasak air menggunakan tungku kayu lalu pergi ke rumah tetangga. Api dari tungku diduga masih menyala dan kemudian merembet ke bagian dapur rumah.

Akibat kejadian tersebut, bagian dapur rumah mengalami kerusakan sekitar 50 persen. Sejumlah peralatan dapur dan perlengkapan rumah tangga yang berada di area terdampak juga ikut terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun satu keluarga yang terdiri dari enam jiwa terdampak kebakaran tersebut. Rinciannya tiga orang dewasa, satu balita dan dua lansia.

Ngadiyono menjelaskan bahwa taksiran kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp10 juta. Petugas dari Damkarmat Gunungkidul bersama TRC BPBD Gunungkidul, Polsek Panggang, Koramil Panggang, relawan hingga warga sekitar diterjunkan untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.

“Setelah assessment dilakukan, tindak lanjut yang direncanakan berupa pembersihan material sisa kebakaran dan pembenahan mandiri oleh keluarga terdampak,” ujarnya.

Selain itu BPBD Gunungkidul juga mengusulkan dukungan logistik permakanan untuk kebutuhan kerja bakti warga dalam proses penanganan pascakebakaran.

Ngadiyono mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan tungku tradisional maupun sumber api lainnya di rumah. Menurut dia, kelalaian kecil seperti meninggalkan tungku dalam kondisi menyala dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian material cukup besar. Terlebih saat musim kemarau, kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah merambat ke bagian bangunan maupun perabot rumah tangga di sekitarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online