Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi kaum difabel./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman terus menggelar pelatihan bagi kaum disabilitas untuk memaksimalkan potensi mereka. Keterampilan jahit dan bordir menjadi dua bidang yang paling banyak diminati para peserta pelatihan disabilitas.
Kepala Disnaker Sleman, Sutiasih menjelaskan selama kurun waktu beberapa tahun terakhir pelatihan keterampilan kepada disabilitas terus digelar. Jumlah pelatihannya beragam tiap tahunnya, yakni berdasarkan permintaan dari disabilitas di Sleman.
"Tahun ini permintaannya cuma satu. Kalau tahun kemarin ada dua, tahun kemarinnya lagi ada tiga. Jadi tergantung dari permintaan melalui Musrenbang," terangnya pada Jumat (25/8/2023)
Jenis pelatihan menjahit menjadi bidang yang paling kerap dimintakan para disabilitas. Meski demikian ada juga yang menginginkan pelatihan lainnya seperti pelatihan membordir juga pelatihan membatik. Pelatihan ini biasanya diajukan melalui organisasi disabilitas yang menaungi para difabel.
Baca juga: Pembeli di Pangkalan LPG 3 KG Ada yang PNS, Data Tidak Bisa Diinput
"Pelatihan jahit, pelatihan bordir, sesuai dengan keinginan. Kalau tahun kemarin ya bordir, jahit ada. Kebanyakan bordir dan jahit yang diminta, batik juga," lanjutnya.
Secara prinsip, Disnaker Sleman Kaya Sutiasih siap membantu disabilitas kepada perusahaan. Hanya saja banyak disabilitas yang dilatih lebih berminat untuk menjadi wirausahawan.
"Kesempatan itu seluas-luasnya kami berikan. Kadang-kadang lowongan itu enggak ada yang mengakses. Kebanyakan kalau ditanya inginnya jadi wirausaha," ungkapnya.
Hampir di setiap pelatihan yang digelar kebanyakan peserta ingin menjadi wirausahawan. Fakta ini membuat pemerintah akhirnya memberikan hibah berupa mesin jahit portable untuk menunjang keberlangsungan wirausaha yang ingin digeluti para disabilitas.
Sutiasih berharap melalui pelatihan keterampilan ini para disabilitas dapat memaksimalkan potensinya. Baik untuk bekerja di perusahaan maupun membuka peluang usaha sendiri. "Kami menyesuaikan keinginan mereka. Kalau mau bekerja ya kami carikan lowongan. Nanti kami hubungi kalau mau kerja. Kalau untuk wiraswasta kan sudah cukup, dikasih keterampilannya sudah, alatnya sudah, kan tinggal dibuka saja usahanya," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.