APBD Perubahan Sleman 2026 Pangkas Belanja Rp64,6 Miliar
Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2026 mencatat penurunan pendapatan daerah sebesar Rp117,12 miliar.
Guru olahraga SDN Wonorejo II, Bardal, menunjukkan kondisi ruas jalan rusak yang melintas di depan sekolahnya pada Senin (4/9/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo menegaskan bahwa Jalan Kabupaten di Dusun Gendol, Banyuroto, Nanggulan yang rusak bertahun-tahun wajib diperbaiki. Hanya saja, DPUPKP masih belum tahu waktu pelaksanaan perbaikan tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Agustinus Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan bahwa jalan tersebut wajib diperbaiki. “Jalan di Banyuroto itu banyak yang rusak. Itu [di Gendol] belum masuk [prioritas]. Desa [kalurahan] atau kecamatan [kapanewon] kan harusnya punya prioritas,” kata Nurcahyo, Senin (4/9/2023).
Nurcahyo mengaku anggaran perbaikan jalan rusak yang dimiliki Pemkab Kulonprogo terbatas. Pada tahun ini pun, Nurcahyo belum dapat menjawab secara pasti soal kemungkinan perbaikan jalan. “Tergantung dari Pemkab juga akan seperti apa. DPUPKP hanya mengusulkan. Kami belum bisa jawab kapan,” katanya.
Dia juga menegaskan bahwa crasher batu yang membawa batuan menggunakan truk-truk menjadi dilema. Sebabnya, truk-truk tersebut akan mempercepat kerusakan ruas jalan.
BACA JUGA: Jalan Banyuroto Nanggulan Rusak dan Berdebu Ganggu Aktivitas Pendidikan
Sebelumnya diberitakan, aktivitas belajar dan mengajar siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonorejo II dan Kelompok Bermain (KB) Citra Bangsa, Banyuroto, Nanggulan terganggu akibat rusaknya jalan di kedua satuan pendidikan tersebut.
Selain kondisi jalan yang tidak layak dilalui, truk-truk yang melintas selalu menerbangkan debu-debu ke lingkungan sekolah. Baik daun maupun genting memutih, mirip seperti debu erupsi.
Guru Olahraga SDN Wonorejo II, Bardal mengaku dampak dari ruas jalan yang rusak tersebut adalah kesehatan. Debu yang beterbangan menyebabkan infeksi salurah pernapasan. “Apalagi ketika musim kemarau seperti ini yang diserang pernapasan. Saya sendiri belum sembuh. Dampak dari debu ini,” kata Bardal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2026 mencatat penurunan pendapatan daerah sebesar Rp117,12 miliar.
Bareskrim Polri menelusuri dugaan TPPO WNI di Jeju yang viral di Instagram. Polri menyebut belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Retribusi Pantai Glagah segera diuji coba secara digital. Wisatawan bisa membayar dengan QRIS, kartu debit, kartu kredit, dan e-money.