BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Warga berpatroli untuk mencegah serangan monyet ekor panjang di area pertanian warga di Kalurahan Purwodadi, Tepus, Selasa (5/9/2023). - ist/Kalurahan Purwodadi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul harus bekerja keras untuk mengusir kawanan monyet ekor panjang dan ancaman hewan liar yang menyerang ternak. Hingga sekarang, warga sudah mengamankan satu anjing liar yang diduga menjadi pelaku serangan terhadap ternak milik masyarakat.
Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo mengatakan, di musim kemarau ada ancaman yang terjadi hampir secara bersamaan. Di waktu siang, terdapat potensi serangan monyet ekor panjang di lahan pertanian.
Adapun waktu malam terdapat potensi serangan hewan liar terhadap ternak warga yang dipelihara di ladang. “Seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, ancaman ini terjadi hingga Oktober mendatang,” katanya, Rabu (6/9/2023).
Untuk mengantisipasi serangan ini, warga membuat kelompok untuk berpatroli. Patroli tidak hanya dilakukan siang hari, tapi saat malam hari juga dilakukan yang sama.
“Ancamannya ada dua. Selain serangan hewan liar, di siang hari juga ada ancaman monyet yang menyerang lahan pertanian milik warga,” katanya.
Suroyo menambahkan, untuk serangan hewan liar terakhir terjadi pada 14 Agustus 2023. Di bulan Agustus ada beberapa serangan yang menyebabkan delapan ekor kambing warga mati.
“Sebenarnya ada 11 ekor yang diserang, tapi tiga ekor kambing bisa melarikan diri,” katanya.
Ia menuturkan, pasca-serangan, warga langsung meningkatkan kewaspadaan dengan berpatroli. Adapun hasilnya mendapatkan satu ekor anjing liar yang diduga menjadi pelaku penyerangan.
“Di tangkap pada 31 Agustus lalu di perbukitan yang penuh semak belukar. Setelah digiatkan patroli, hingga sekarang belum ada serangan lagi,” katanya.
Jogoboyo Kalurahan Purwodadi, Suyanto menambahkan, serangan hewan liar terhadap ternak warga sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Peristiwa serangan tak lepas dari kebiasaan yang memelihara ternak di tengah hutan atau ladang.
Kebiasaan ini, di satu sisi memudahkan dalam mencari pakan. Namun, di sisi lain juga menyimpan bahaya dikarenakan pengawasannya berkurang, khususnya saat malam hari.
“Serangan terhadap ternak terjadi malam hari dan pemilik tidak tahu karena tinggal di rumah sehingga tidak bisa mengawasi kandang yang lokasinya jauh di landing,” katanya.
Suroyo mengakui sudah membuat imbauan agar memindahkan kandang mendekat ke rumah agar mudah dalam pengawasan. “Tapi memang, masih ada warga yang nekat memelihara ternak jauh dari rumah,” katanya.
Tak Berani Menembak
Patroli untuk mengantisipasi serangan hewan liar dan monyet ekor panjang, warga juga dibekali dengan senapan angin. Meski demikian, untuk mengusir monyet yang menyerang lahan pertanian, senapan tidak dipergunakan, dengan dalih menghindari serangan yang lebih besar.
Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo mengatakan, patroli atau ronda untuk mengurangi risiko serangan terhadap ternak bisa menggunakan senapan. Sebagai buktinya pada 31 Agustus 2023 lalu, warga menangkap seekor anjing liar, yang diduga pelaku penyerangan terhadap ternak dengan cara ditembak. “Kalau anjing liar ditembak tidak masalah,” katanya.
Namun demikian, sambung Suroyo, hal ini tidak berlaku untuk mengusir kawanan monyet. Aktivitas membawa senapan hanya bertujuan menakut-nakuti agar kawanan pergi dari ladang.
Menurut dia, warga tidak berani menembak dikarenkaan bisa memicu turunnnya kawanan monyet yang lebib banyak. Suroyo bercerita, aktivitas menembak pernak dilakukan dan ada monyet yang terluka.
Hanya saja, hal tersebut tidak membuat monyet takut karena pada keesokan harinya datang kawanan dengan jumlah yang lebih besar. “Area yang dirusak juga semakin luas. Jadi, senapan yang dibawa hanya untuk menakut-nakuti,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Kebiasaan pagi sederhana seperti minum air putih dan menunda kopi ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko serangan jantung.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Virgoun dan Lindi Fitriyana dikaruniai anak laki-laki bernama Perfexio Muthmain Virgoun pada 14 Mei 2026.
Wuling Binguo Pro tembus 30.000 pesanan sebelum resmi meluncur. Harga murah dan fast charging jadi daya tarik utama.
iPhone Fold disebut baru meluncur September 2026, sementara Huawei, Vivo, Oppo, dan Honor lebih dulu memanaskan pasar HP lipat layar lebar.