14 PAC PKB Bantul Siapkan Mundur Massal Jika Tak Didengar
14 PAC PKB Bantul memberi ultimatum 3x24 jam kepada DPP untuk meninjau ulang Ketua DPC atau siap mundur massal dan mengembalikan KTA.
Suasana acara Aksi Bergizi di Pleret, yang mengenalkan potensi dan dampak stunting kepada remaja putri di Kabupaten Bantul, Jumat (8/9/2023).
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan angka stunting di wilayahnya berada di angka 12% pada 2024 mendatang. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan target nasional yang mematok angka 14% stunting pada 2024 mendatang.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bantul Joko Purnomo menjelaskan, upaya pencegahan stunting di wilayahnya sudah dimulai dari remaja perempuan yang sekarang duduk di bangku SMP dan SMA. Mereka dikenalkan dengan potensi stunting saat menikah dan masa mengandung nanti.
"Perempuan ini kan berisiko mengandung anak yang stunting. Ketika mereka hamil mungkin kesehatan tidak terkontrol, asupan gizi kurang, kehamilan tidak terjaga dengan baik, sampai melahirkan dan balita tidak diberikan asupan gizi baik sehingga menimbulkan stunting," kata Joko dalam acara Aksi Bergizi di Pleret, Jumat (8/9/2023).
Joko menjelaskan, perempuan punya peran penting untuk menjaga anak yang dilahirkan agar tidak mengalami stunting, sehingga sejak remaja mereka sudah harus paham tentang potensi kesehatan yang nantinya berisiko menimbulkan stunting pada anak. Seperti misalnya anemia, asupan gizi yang cukup dan lainnya.
"Generasi muda terutama yang perempuan ini jadi sasaran kami dalam jemput bola mencegah stunting. Kemudian juga calon pengantin dan ibu-ibu penggerak di tingkat kalurahan agar mereka terus menyampaikan informasi ajakan kaitannya dengan kebiasaan hidup sehat," jelasnya.
BACA JUGA: Polutan PM 2.5 Bisa Memicu Gagal Jantung, Ini Penjelasannya
Stunting diketahui menjadi salah satu persoalan kesehatan yang tengah serius dihadapi oleh pemerintah. Stunting adalah kondisi pertumbuhan yang terhambat pada anak-anak yang ditandai dengan tinggi badan yang sangat pendek dibandingkan dengan usia mereka. Pencegahannya bisa dimulai dari persiapan kehamilan ibu bahkan sejak remaja sampai usia dua tahun usia anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Tri Widyantara mengatakan, angka stunting tahun 2020 di wilayahnya tercatat 9,70%. Data di Puskesmas Pleret pada 2021 dari 752 ibu hamil ditemukan 278 ibu hamil yang anemia (36,9%) dan 66 bayi berisiko stunting dari 678 bayi yang lahir (9,73%). Angka ini menurun di 2022 dari 770 ibu hamil ditemukan 263 ibu hamil yang anemia (34,2%) dan 65 bayi lahir berisiko stunting dari 619 bayi lahir di 2022 (10,50%).
"Sekarang secara keseluruhan angka stunting di Bantul ada sebanyak 3.001 atau 15%. Dengan wilayah terbanyak ada di Kapanewon Imogiri dengan jumlah 453. Target kita nasional kan 2024 di angka 14%, sementara Bantul kita targetkan 12% pada tahun depan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
14 PAC PKB Bantul memberi ultimatum 3x24 jam kepada DPP untuk meninjau ulang Ketua DPC atau siap mundur massal dan mengembalikan KTA.
DPR menegaskan PPPK tidak bisa dirumahkan meski ada efisiensi anggaran dan meminta pemerintah daerah mencari solusi tanpa mengurangi hak pegawai.
Polisi menyelidiki ledakan di MAN 3 Padang yang diduga melibatkan seorang pelajar. Tidak ada korban jiwa dan motif masih didalami.
DPR mempercepat pembahasan RUU Ketenagakerjaan dengan menyerap masukan saat reses agar target pengesahan pada 2026 sesuai putusan MK tercapai.
Penertiban kawasan hutan terus dievaluasi secara berkala melalui koordinasi lintas lembaga untuk memastikan target Perpres Nomor 5 Tahun 2025 tercapai.
DPRD Temanggung menilai pembatasan nikotin dan tar berpotensi mengurangi serapan tembakau lokal serta berdampak pada petani jika diterapkan.