Training Ground PSS Sleman Dinilai Bisa Dongkrak Kualitas Tim
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Suasana lalu lintas di simpang OB pada Selasa (30/5/2023) setelah dipasangi lampu APILL dengan sistem full responsive./HarianJogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemberlakuan lampu Alat Pemberi isyarat Lalu Lintas (APILL) full responsive di Simpang Wahid Hasyim, Condongcatur, Depok, Sleman atau yang lebih dikenal dengan Simpang OB dipermanenkan.
Pasca uji beberapa pekan, hasil rapat mengemukakan bila penerapan lampu APILL di Simpang Wahid Hasyim dipermanenkan untuk mengurangi kemacetan dan menekan angka kecelakaan.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman, Bambang Sumedi menjelaskan pemasangan APILL di Simpang Wahid Hasyim telah diberlakukan lebih dari 30 hari. Warga di area simpang menilai kinerja APILL dapat membantu kelancaran lalu lintas di sana.
"Dari hasil yang kemarin itu dari warga untuk usulannya bahwa itu bisa dilanjutkan terus. Artinya kinerjanya sudah bagus," ungkap Bambang dikutip pada Jumat (8/9/2023)
Sejatinya dalam rapat terakhir warga sempat meminta diberlakukan kiri jalan terus di area Simpang Wahid Hasyim. Sayangnya, penerapan tersebut terganjal undang-undang yang ada.
BACA JUGA: Belasan Orang Merusak SPBU di Sleman, Polisi Masih Kejar Pelaku
"Kalau itu [kiri jalan terus] diterapkan di sana secara undang-undang tidak bisa karena tidak tersedia lajur yang cukup untuk belok kiri," kata dia.
Dari catatan Dishub Sleman, kinerja APILL selama diberlakukan terbilang baik. Salah satu ukuran kinerja APILL dapat dilihat dari sisi waktu tunda. Lampu APILL dikatakan baik ketika tundanya yang tidak lebih dari 40 detik. "[Waktu] tunda itu waktu yang hilang ketika melewati simpang," jelasnya.
Selain memasang Lampu APILL, Dishub Sleman juga memperbaiki geometri simpang yang ada di sana. "Untuk saat ini catatan kami, [APILL] sudah bisa menyelesaikan permasalahan di lokasi [Simpang Wahid Hasyim]," katanya.
Di sisi lain lantaran dipermanenkan, pelanggaran lampu APILL pada simpang tersebut nantinya dapat ditindak oleh kepolisian. "Lampu APILL sudah dipatenkan, artinya sekarang ketika ada pelanggaran itu sudah bisa ditindak secara hukum," katanya.
Kepada para pengendara yang melintas di simpang tersebut Bambang mengimbau untuk tertib berlalu lintas. Apa yang telah diatur dalam lampu APILL, harus ditaati oleh pengendara. "Dengan adanya lampu APILL yang ditaati, nantinya lalu lintas lancar, kedua kinerja jalan menjadi baik," ungkapnya.
"Intinya adalah dengan kita bersama-sama menaati aturan dengan adanya APILL kita telah membantu pengguna jalan, tentunya keselamatan akan lebih meningkat."
Sejak lampu APILL diterapkan, Bambang belum menerima laporan adanya kecelakaan lalu lintas di Simpang Wahid Hasyim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.