Basarnas Temukan Dua Korban KM Virgo, Total 12 Meninggal
Basarnas menemukan dua korban meninggal KM Virgo Transport 8 di dalam kapal. Hingga Senin siang, 123 orang masih dalam pencarian.
Nelayan melabuhkan kapalnya di Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, DIY./Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangka menyambut pembukaan Pelabuhan Gesing di Kabupaten Gunungkidul yang saat ini masih proses pembangunan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul juga turut berupaya menumbuhkan nelayan baru pantai selatan.
"Kami tumbuhkan nelayan baru, untuk bisa menangkap ikan melanjutkan nelayan yang tua yang sudah tidak bisa melaut, belum lagi tidak lama lagi ada pelabuhan baru di Gesing Gunungkidul," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Istriyani dikutip dari Antara, Selasa (12/9/2023).
Salah satu upaya yang dilakukan dalam menumbuhkan nelayan baru di Bantul dengan pelatihan regenerasi nelayan, dan mengenalkan potensi sumber daya laut bagi sekitar 20 generasi muda, termasuk cara menangkap ikan di laut pada 11 dan 12 September di Pantai Samas Bantul.
Dia mengatakan, Pelabuhan Gesing yang berjarak sekitar 28 kilometer dari Bantul, tentu nantinya menjadi peluang bagi nelayan DIY, termasuk Bantul untuk bekerja beraktivitas menangkap ikan dengan hasil yang lebih baik dari pelabuhan itu.
Baca juga: Bansos Dinilai Tak Efektif Turunkan Harga Beras, Ini Solusi yang Ditawarkan Pengusaha
"Orang Bantul jangan hanya jadi penonton, karena nanti yang akan berperan di Gesing justru nelayan luar DIY, maka dengan dibukanya Pelabuhan Gesing nanti harapannya semakin banyak nelayan DIY bekerja di sana terutama sebagai nelayan kapal, tidak lagi dengan perahu," katanya.
Dia mengatakan, artinya nelayan yang melaut menggunakan kapal ikan itu bisa lebih dari setengah hari bahkan berhari-hari dalam menangkap ikan di laut, sehingga memang butuh mental yang kuat dibanding dengan nelayan perahu yang pergi pagi pulang siang.
Dia mengatakan, untuk menumbuhkan nelayan baru memang tidak mudah, karena selain dibutuhkan keahlian atau skill menangkap ikan di laut juga butuh keberanian dan mental menghadapi gelombang pantai yang terkadang tinggi dan tidak bersahabat bagi aktivitas di laut.
"Juga karena tidak semua keluarga, orang tua mengizinkan anak jadi nelayan, jadi membutuhkan banyak unsur, stakeholder, bagaimana keluarga masyarakat itu mulai familiar yang namanya bekerja sebagai nelayan," katanya.
Dia juga mengatakan, aktivitas nelayan dalam menangkap ikan di laut bisa menjadi pekerjaan sambilan karena tidak setiap saat menangkap ikan, hanya saat-saat musim ikan berdasarkan perkiraan nelayan itu sendiri. "Makanya kalau tidak kita tumbuhkan nelayan baru, ketika nelayan yang sudah tua tidak bisa melaut, siapa nanti yang akan menangkap ikan. Maka itu, perlu ditambahkan nelayan baru, yang tentunya nanti butuh fasilitasi perahu, alat tangkap supaya bisa intensif melaut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas menemukan dua korban meninggal KM Virgo Transport 8 di dalam kapal. Hingga Senin siang, 123 orang masih dalam pencarian.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.