Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kurator PSYG, Bambang Toko (kanan) memperlihatkan salah satu karya yang dibuat dengan teknik intaglio, Kamis (14/9/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 93 karya seni grafis dengan teknik intaglio akan dipamerkan dalam Pekan Seni Grafis Yogyakarta (PSGY) 2023 di Kiniko Art mulai 16-30 September. Pameran ini diinisiasi oleh kolektif seni Grafis Minggiran dan didukung Dinas Kebudayaan DIY.
Kurator PSGY 2023, Bambang Toko, menjelaskan intaglio merupakan teknik cetak generasi awal yang dilakukan oleh orang-orang eropa. Intaglio diambil dari bahasa itali yang berarti menggores atau menorehkan. “Dalam Bahasa Indonesia, intaglio disebut cetak dalam,” ujarnya dalam konferensi pers PSGY di Kiniko Art, Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Kamis (14/9/2023).
Intaglio merupakan salah satu dari empat teknik utama dalam seni grafis di samping relief print, sablon dan litografi. Disebut cetak dalam karena cetakan dihasilkan dari tinta yang berada di bagian dalam parit goresan pada matriks yang dalam hal ini pelat logam atau akrilik, yang di-press dengan mesin sehingga gambar dapat tercetak pada kertas.
“PSGY tahun ini diselenggarakan dengan sistem peserta seniman undangan dan aplikasi terbuka, dengan dua spesial presentation karya Affandi teknik drypoint pada 1976, koleksi Eddy Sulistyo dan cetakan uang kertas karya Mujirun pada 1987-2009. Mujirun adalah seorang engraver uang kertas pensiunan pegawai Perum Peruri,” katanya.
BACA JUGA: Seni Suluh Sumurup, Upaya Pelibatan Difabel untuk Pemajuan Kebudayaan
Selain itu, akan dipamerkan pula 10 karya intaglio koleksi jurusan Seni Murni Fakultas Seni Rupa (FSR) ISI Yogyakarta tahun 1972-1988. PSGY 2023 juga akan memamerkan 28 karya dari seniman undangan dan 20 karya seniman yang lolos seleksi aplikasi terbuka. “Total karya yang dipamerkan adalah 93 karya,” katanya.
Ketua PSGY 2023, Deni Rahman, menuturkan sebagai sarana regenerasi pegrafis di Jogja dan Indonesia, dalam PSGY 2023 juga diselenggarakan Lomba Intaglio untuk pelajar dan mahasiswa. “Dengan dua Juri yaitu Theresia Agustina Sitompul dan Angga Sukma Permana,” kata dia.
Workshop Seni Grafis juga akan dihelat pada Senin (18/9/2023) Workshop Drypoint oleh Rizal Eka, Selasa (19/9/2023) Workshop Etsa oleh Fachri Syahrani, Rabu (20/9/2023) Workshop Aquatint oleh Rully PA, Kamis (21/9/2023) Workshop Carborundum Print oleh Dewa Mahendra, dan Jumat (22/9/2023) Workshop Tetra Pak Print oleh Hilwa Choirunnisa.
Program lainnya yakni Cukil Battle pada Senin-Kamis (25-28/9/2023) dengan jumlah partisipan awal sebanyak 40 peserta. Terakhir, pada Jumat (29/9/2023) akan digelar seminar ‘Intaglio-dari Cetakan pada Uang Kertas hingga Karya Seni’.
Kepala Seksi Seni Dinas Kebudayaan DIY, Aryanto Hendro Suprantoro, mengatakan aplikasi seni grafis dalam kehidupan sehari-hari saat ini menjadi sangat penting, seperti untuk kaos dan produk fashion lainnya. “Ini suatu aset yang membangun karakter Joja sehingga dikenal banyak orang,” katanya.
Dinas Kebudayaan DIY mendukung penuh PSGY sebagai salah satu peristiwa budaya. Ia berharap kedepan ada lebih banyak kolaborasi yang terjalin dalam event serupa. “Seni grafis dapat berkolaborasi dengan seni lainnya, sehingga nantinya bisa lebih besar lagi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.
SMA Kolese De Britto bersama SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sukses menghadirkan pementasan teater kolaboratif.
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata