Veda Ega Finis Keenam di Moto3 Mandalika, Bos Honda Soroti Kecepatannya
Veda Ega Pratama finis keenam di Moto3 Mandalika 2026. Hiroshi Aoyama memuji kecepatannya setelah sempat bersaing di posisi kedua.
Pemakaman mayat dua bayi perempuan yang ditemukan di Berbah oleh petugas di UPTD Pemakaman Umum (TPU) Seyegan, Jumat (15/9/2023)/ Ist-Polsek Berbah
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepolisian Sektor Berbah dan Polres Sleman bersama dengan Pemkab Sleman akhirnya memakamkan dua mayat bayi perempuan yang diduga kembar dan ditemukan di Sungai Buntung, Jogotirto, Berbah, Kamis (14/9/2023) lalu. Kedua mayat bayi tersebut dimakamkan dalam satu liang di UPTD Pemakaman Umum (TPU) Seyegan.
Kapolsek Berbah, Kompol Parliska Febrihanoto, yang dikonfirmasi membenarkan perihal pemakaman dua mayat bayi perempuan tersebut. Dua mayat tersebut telah dimakamkan di TPU Seyegang pada Jumat (15/9/2023).
"Sudah dimakamkan kemarin. Kami telah berkirim surat ke Dinsos untuk mohon izin memakamkannya di situ," kata Kapolsek, Sabtu (16/9/2023).
Terkait dengan penyelidikan, kepolisian mengungkapkan, sampai kini pihaknya masih memburu pelaku pembuang bayi. Selain menggali informasi dari bidan seputar Berbah, pihak kepolisian juga berupaya memeriksa rekaman kamera pengintai atau CCTV yang mengarah diseputar lokasi kejadian.
Kasihumas Polresta Sleman AKP Edy Widaryanta mengatakan, dugaan sementara kedua bayi tersebut sengaja dibuang dan bukan berasal dari warga sekitar lokasi kejadian. "Yang jelas kami terus berusaha mencari pelakunya," terangnya.
Terpisah, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku prihatin atas dua jenazah bayi yang ditemukan. Sebagai seorang perempuan dan ibu, Kustini merasa sedih dan miris atas kejadian ini
"Sebagai seorang perempuan dan ibu, saya merasa miris juga sedih dengan kejadian itu. Bayi yang sudah dibiarkan hidup dalam kandung selama sembilan bulan tapi begitu lahir dibuang hingga meninggal seperti itu. Ini sangat tidak masuk akal, bukan tindakan yang manusiawi lagi," kata Kustini.
BACA JUGA: Dua Mayat Bayi di Sungai Berbah Berjenis Kelamin Perempuan, Diduga Kembar
Terlepas siapa pun pelakunya, Kustini khawatir adanya penurunan moral masyarakat yang jadi penyebab terjadinya kasus pembuangan bayi di Sleman. "Kebijakan dan program yang berkaitan dengan perempuan dan anak selalu kita upayakan. Kita juga punya psikolog, pendampingan hukum, sosialisasi ke sekolah, door to door juga terus menerus kita lakukan," ujar dia.
Kustini menilai fenomena pembuangan bayi semacam ini jelas tidak baik. Ia mengaitkan fenomena ini dengan penurunan moral. "Kalau masih ada tindakan seperti [pembuangan bayi] itu, tentu ada fenomena yang tidak baik, yaitu penurunan moral di masyarakat kita," lanjutnya.
Berangkat dari kejadian ini, Kustini berharap agar seluruh masyarakat yang tinggal di Sleman agar melindungi hak anak untuk hidup. "Karena Sleman adalah kabupaten layak anak, ramah anak. Saya harap warga Sleman untuk selalu melindungi anak-anak yang lahir, karena anak yang lahir harus dilindungi." katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama finis keenam di Moto3 Mandalika 2026. Hiroshi Aoyama memuji kecepatannya setelah sempat bersaing di posisi kedua.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 12 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa, 13 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Serikat pekerja Gunungkidul meminta survei Kebutuhan Hidup Layak kembali dilakukan sebagai bahan pertimbangan penetapan UMK 2027.
Inter Milan menjamu Club Brugge pada Liga Champions 2026/2027, Rabu 14 Oktober pukul 02.00 WIB. Kedua tim memburu poin pertama setelah kalah di laga pembuka.