Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Ilustrasi program padat karya/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo telah menyelesaikan program padat karya tahap pertama.
Saat ini, Disnakertrans sedang melakukan survei di beberapa lokasi untuk melaksanakan padat karya tahap kedua yang berasal dari APBD 2023 hasil perubahan dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DIY.
Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kulonprogo, Atik Zuniastuti, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan survei lokasi padat karya di beberapa titik.
BACA JUGA: Padat Karya Jogja Istimewa Bangkitkan Ekonomi Warga
“Rabu [13/9/2023] kemarin, Disnakertrans melaksanakan cek lokasi padat karya perubahan di Pengasih dan Wates,” kata Atik dihubungi, Sabtu (16/9/2023).
Sumber pendanaan padat karya tahap kedua berasal dari APBD 2023 perubahan dan BKK DIY. Survei yang dilakukan pada Rabu (13/9/2023) tersebut digunakan untuk memastikan kesiapan lokasi padat karya yang bersumber dari BKK DIY.
Survei tersebut mencakup dua kapanewon dengan tiga lokasi sasaran yaitu Padukuhan Josutan, Karangsari, Pengasih; Padukuhan Kularan, Triharjo, Wates; dan Padukuhan Temonan, Bendungan, Wates.
“Hasil cek lokasi ketiga tempat tersebut pekerjaan berupa corblock jalan kampung yang kondisinya sudah rusak. Rencana pelaksanaan [padat karya] diperkirakan bulan November 2023. Senin besok masih lanjut survei ke lima lokasi,” katanya.
Atik menerangkan bahwa padat karya BKK DIY akan menyasar sembilan lokasi, sementara padat karya APBD 2023 perubahan akan menyasar enam belas lokasi.
“Dana yang dari Kabupaten mencapai Rp100 juta per lokasi. Kalau yang dari BKK DIY ada yang Rp100 juta ada yang Rp200 juta sesuai juknis [petunjuk teknis] DIY,” ucapnya.
Dia mengaku penetapan lokasi padat karya yang bersumber dari APBD mengacu pada usulan beberapa pihak berkepentingan, lalu kategori desa miskin, dan pemerataan. Sementara penetapan lokasi bersumber dari BKK DIY ditentukan oleh Disnakertrans DIY.
“Kalau padat karya sebelum perubahan ada total 48 titik dari BKK DIY dan 25 dari APBD. Sekarang sudah tinggal penyelesaian administrasi saja,” lanjutnya.
Sementara itu, Panewu Galur, Sunarya, mengatakan bahwa kegiatan padat karya di wilayahnya tepatnya di Potrowangsan, Tirtorahyu, Galur telah di kerjakan dengan baik.
“Jenis pekerjaannya cor blok dengan dimensi volume pekerjaan, panjang 175 meter dan lebar 2,8 meter, lalu tebal 0,12 meter. Jumlah HOK [Hari Orang Kerja] 561 HOK,” kata Sunarya.
Sunarya mengaku melalui padat karya tersebut, baik warga yang terlibat maupun tidak dalam pembangunan mendapat manfaat yang sama seperti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lalu memberikan pekerjaan sementara kepada warga terlibat, dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan atau talud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek SMARTFREN berhasil mengelola lebih dari 2,19 ton sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026