Jalan Krikilan-Serut Berbah Diperbaiki Setelah 20 Tahun Rusak
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Kasatreskrim Polres Bantul AKP Bayu Sila Pambudi memaparkan mengenai kejadian pengeroyokan di Polres Bantul, Senin (18/9/2023)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang pria dengan inisial FW, 27, warga Kapanewon Imogiri dikereoyok empat pria, Kamis (14/9/2023) lalu. FW dikeroyok karena diduga memiliki hubungan asmara dengan istri salah satu pelaku pengeroyokan.
Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Bayu Sila Pambudi menyampaikan kejadian pengeroyokan terjadi tersebut terjadi di Jl. Raya Barongan Km 0,5, Dusun Balakan, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, sekitar pukul 21.30 WIB.
Sebelum terjadi pengeroyokan, kata dia, FW diduga memiliki permasalahan pribadi dengan tersangka berinisial RGBS, 32, warga Kapanewon Imogiri, Bantul. Dari hasil pemeriksaan, RGBS marah karena menduga FW memiliki affair dengan istrinya.
Pada waktu itu, tersangka RGBS bersama dengan tiga tersangka lainnya berinisial R alias GPL, 24, warga Kapanewon Imogiri, WS alias DD, 24, warga Kapanewon Imogiri, Bantul, dan HPN alias GMBR, 46, warga Kapanewon Imogiri, Bantul mencari korban FW di rumah indekosnya di Manding, Kalurahan Sabdodadi, Bantul. Kemudian, korban FW mengajak tersangka membahas permasalahan tersebut di rumahnya.
“Pada waktu itu, keempat tersangka mencari korban [FW] di kostnya daerah Manding untuk menyelesaikan masalah tersebut, tetapi korban justru mengajak tersangka membahas permasalahan tersebut di rumahnya daerah Imogiri,” katanya di Polres Bantul, Senin (18/9/2023).
Saat perjalanan menuju rumah korban, pelaku R alias GPL mengambil kunci motor korban FW di sisi timur lampu merah Bakulan. Kunci sepeda motor yang dikendarai korban FW dicabut tersangka R alias GPL, sehingga sepeda motor korban FW terhenti. “Setelah itu korban FW dikeroyok oleh tersangka. Salah satu tersangka menggunakan senjata tajam berjenis pisau lipat,” katanya.
BACA JUGA: Pelaku Pengeroyokan di Gamping Belum Diproses, Pengacara Korban: Ada Kesan Ditutupi
Salah satu tersangka RGBS memukul korban FW berkali-kali yang mengenai wajah dan kepala korban. Kemudian, saat kejadian tersangka RGBS juga melakukan penusukan sebanyak 7 kali menggunakan pisau lipat. “Akibat dari pengeroyokan tersebut korban mengalami tujuh luka tusukan, yaitu pada bagian kepala dan punggung, selanjutnya korban dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul,” katanya.
Adapun pisau lipat warna silver milik tersangka RGBS masih dalam pencarian, lantaran menurut tersangka, barang bukti tersebut dibuang ke sungai Kalurahan Sumberagung, Jetis, Bantul.
Atas dugaan tindakan penggunaan kekerasan secara bersama-sama yang dilakukan, tersangka diancam dengan Pasal 170 ayat (2) KUHPidana dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun enam bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Pemerintah menyiapkan bantuan beras 30 kg untuk Oktober–Desember 2026. Simak cara cek bansos melalui situs resmi Kemensos dengan NIK KTP.
Hakim memutuskan eksepsi Febrie Adriansyah dipertimbangkan bersama putusan akhir. Sidang dugaan pemerasan dan TPPU berlanjut pada November.
Galur, Kulon Progo, mencatat 148 hari tanpa hujan hingga 20 Oktober 2026. BMKG menjelaskan penyebab hujan belum merata dan prakiraan musim hujan.
ESDM membuka rekrutmen Pengawal Energi 2026 untuk 108 personel. Simak syarat, dokumen, cara daftar, dan jadwal seleksi sebelum 1 November.
Pemegang hak lagu Elvis Presley menggugat Anthropic atas dugaan penggunaan 274 lagu untuk melatih AI Claude. Nilai tuntutan mencapai US$41 juta.