Satpol PP Sleman Minta Warga Waspada El Nino dan Larangan Bakar Sampah
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Ilustrasi/Ist.kemenkes.go.id
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo mencatat terdapat 46 kasus kanker paru yang terjadi sepanjang tahun 2022. Kanker paru juga menjadi salah satu jenis kanker yang masuk dalam sepuluh prioritas kegiatan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kulonprogo.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati, mengatakan bahwa kasus kanker paru di Kulonprogo mengalami kenaikan jika membandingkan dengan kasus tahun 2021 sebanyak 29 kasus.
“Kanker paru itu multifaktor. Salah satu faktor risiko adalah rokok. Baik perokok aktif maupun pasif punya kemungkinan terkena kanker paru,” kata Rina dihubungi, Sabtu (23/9/2023).
Kendati asap rokok mengandung 60 jenis zat karsinogen dan dicurigai sebagai faktor risiko utama penyebab kanker paru, Rina juga menyinggung mengenai faktor risiko lain seperti zat karsinogen yang dibawa dalam udara berpolutan yang dihasilkan salah satunya dari gas buangan kendaraan bermotor sampai pabrik
“Kalau melihat dari hasil penelitian, orang yang bekerja di ruangan dengan atap asbes itu juga bisa memicu kanker. Jadi ya tidak hanya akibat rokok,” katanya.
Rina juga menyinggung mengenai intensitas pembakaran sampah yang tinggi yang juga dapat memicu kanker paru karena zat yang dihasilkan dari pembakaran sampah terdiri dari banyak macam.
BACA JUGA: Para Pria Waspada! Ini Penyebab Kanker Prostat
Dia menjelaskan bahwa seseorang yang mengidap kanker paru dapat mengidentifikasi dari tanda-tanda yang muncul seperti batuk yang disertai tidak nafsu makan dan penurunan berat badan. Batuk tersebut akan mengarah pada sesak nafas. “Kalau sudah begitu ya bisa melakukan rontgen,” ucapnya.
Dengan berbagai kasus kanker yang ada di Bumi Binangun seperti kanker paru, Dinkes Kulonprogo akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai gerakan masyarakat (germas). Menurutnya, penyakit katastropik seperti kanker berawal dari gaya hidup masyarakat.
“Tantangan kita saat ini adalah banyaknya produk olahan yang beredar dengan promosi yang meningkatkan daya tarik. Padahal kalau makan itu harus ada sayur dan buahnya [bergizi seimbang],” lanjutnya.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kulonprogo, Yayuk Sutedjo, mengatakan kanker paru menjadi salah satu dari sepuluh kanker yang menjadi sasaran prioritas penanganan.
“Untuk mencegah kanker paru itu sederhana tapi berat. Bagi para perokok silakan berhenti merokok. Perokok aktif sama perokok pasif itu bahayanya sama,” kata Yayuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.
Sedikitnya tiga posko anti kejahatan jalanan di Kapanewon Bambanglipuro dibentuk sebagai upaya menekan aksi kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan atau kliti