Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Ilustrasi/Ist.kemenkes.go.id
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo mencatat terdapat 46 kasus kanker paru yang terjadi sepanjang tahun 2022. Kanker paru juga menjadi salah satu jenis kanker yang masuk dalam sepuluh prioritas kegiatan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kulonprogo.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati, mengatakan bahwa kasus kanker paru di Kulonprogo mengalami kenaikan jika membandingkan dengan kasus tahun 2021 sebanyak 29 kasus.
“Kanker paru itu multifaktor. Salah satu faktor risiko adalah rokok. Baik perokok aktif maupun pasif punya kemungkinan terkena kanker paru,” kata Rina dihubungi, Sabtu (23/9/2023).
Kendati asap rokok mengandung 60 jenis zat karsinogen dan dicurigai sebagai faktor risiko utama penyebab kanker paru, Rina juga menyinggung mengenai faktor risiko lain seperti zat karsinogen yang dibawa dalam udara berpolutan yang dihasilkan salah satunya dari gas buangan kendaraan bermotor sampai pabrik
“Kalau melihat dari hasil penelitian, orang yang bekerja di ruangan dengan atap asbes itu juga bisa memicu kanker. Jadi ya tidak hanya akibat rokok,” katanya.
Rina juga menyinggung mengenai intensitas pembakaran sampah yang tinggi yang juga dapat memicu kanker paru karena zat yang dihasilkan dari pembakaran sampah terdiri dari banyak macam.
BACA JUGA: Para Pria Waspada! Ini Penyebab Kanker Prostat
Dia menjelaskan bahwa seseorang yang mengidap kanker paru dapat mengidentifikasi dari tanda-tanda yang muncul seperti batuk yang disertai tidak nafsu makan dan penurunan berat badan. Batuk tersebut akan mengarah pada sesak nafas. “Kalau sudah begitu ya bisa melakukan rontgen,” ucapnya.
Dengan berbagai kasus kanker yang ada di Bumi Binangun seperti kanker paru, Dinkes Kulonprogo akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai gerakan masyarakat (germas). Menurutnya, penyakit katastropik seperti kanker berawal dari gaya hidup masyarakat.
“Tantangan kita saat ini adalah banyaknya produk olahan yang beredar dengan promosi yang meningkatkan daya tarik. Padahal kalau makan itu harus ada sayur dan buahnya [bergizi seimbang],” lanjutnya.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kulonprogo, Yayuk Sutedjo, mengatakan kanker paru menjadi salah satu dari sepuluh kanker yang menjadi sasaran prioritas penanganan.
“Untuk mencegah kanker paru itu sederhana tapi berat. Bagi para perokok silakan berhenti merokok. Perokok aktif sama perokok pasif itu bahayanya sama,” kata Yayuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek SMARTFREN berhasil mengelola lebih dari 2,19 ton sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026
Ekspor tekstil Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 4 persen pada 2027 didukung pemulihan permintaan global dan penguatan rantai pasok industri.